Manusia diciptakan dengan kedudukan yang lebih mulia dibandingkan dengan ciptaan Allah yang lain. Namun, di balik kemuliaan tersebut tentu terselip kelemahan/aib sebagai pembeda antara Sang Pencipta dan hasil ciptaan-Nya. Tak ada manusia yang sempurna dalam segala hal. Terlihat sempurna di satu sudut, namun lemah di sisi yang lain. Sejatinya, kesempurnaan

Pada September 2020, terdapat kasus intoleran yakni pelarangan pembangunan fasilitas rumah dinas pendeta di Gereja Kristen Protestan Pak-Pak Dairi (GKPPD) kecamatan Napagaluh, Aceh Singkil (tirto.id, 1/9/2020). Disusul kemudian penolakan ibadah oleh sekelompok warga kecamatan Jonggol, Bogor terhadap jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) (tirto.id, 20/9/2020). Tidak hanya soal agama, kasus

Seiring dengan terus bertambahnya angka positif Covid-19 di ibukota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memberlakukan PSBB total lagi. Dalam keterangannya, PSBB totalnya ini akan mulai diterapkan per tanggal 14 September 2020 (Senin depan). Pak Anies bilang, kebijakan ini diambil setelah melihat perkembangan kasus covid-19 di DKI Jakarta dan

Pendidikan merupakan bekal utama dalam sebuah kehidupan manusia. Dengan adanya pendidikan, manusia mampu membedakan mana yang baik maupun buruk, mana yang boleh dilakukan mana maupun tidak boleh dilakukan. Sayangnya, sejak dulu hingga sekarang masih terdapat berbagai masalah di masyarakat, seperti berbagai tindakan yang dapat merugikan orang lain bahkan mempermalukan negaranya

Ada cerita menarik yang semoga dapat dijadikan sebuah inspirasi oleh para santri yang sedang berproses untuk mencari ilmu. Diceritakan oleh Gus Dhiyaul Lamik Parakan Temanggung, kisah ini datang dari seorang Kiai terkenal akan keilmuan, kealiman dan kezuhudannya yaitu Kiai Muntaha Purwodadi. Diceritakan bahwa Kiai Muntaha Purwodadi merupakan salah satu murid

“Wong sing rentan sakit iku mesti mergo nduwe kebiasaan sing elek. Contohe geh niku, seneng turu bar Subuh utowo turu bar Ashar. Mulakno aku ra tau turu wayah ngono, tak enggo ngopo-ngopo kek ngaji nderes. Sanajan aku melek soko jam 2, bar Subuh tetep ora turu, turune mengko seurunge Dhuhur.

Hari ini, tanggal 9 September masyarakat Indonesia memperingatinya sebagai Hari Olahraga Nasional atau yang disingkat dengan Haornas. Sebagian masyarakat mungkin belum mengetahui sejarah ditetapkannya Haornas ini. Pencetusan Haornas di Indonesia  berawal dari diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) I pada 9 – 12 September 1948 di kota Surakarta atau yang biasa

Hari sejuta pohon diperingati setiap tanggal 10 Januari. Gerakan sejuta pohon ini merupakan salah satu bentuk dari kepedulian terhadap lingkungan dan pastinya sangat penting bagi pelestarian lingkungan. Pemerintah Indonesia mulai menerapkan kebijakan kelestarian pohon melalui gerakan Satu Miliar Pohon. Gerakan tersebut  dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap  pentingnya penananam dan pemeliharaan

Hari pahlawan, yang diperingati  setiap tanggal 10 November merupakan penghormatan negara terhadap para pejuang yang telah berhasil mengusir sekutu pada 75 tahun silam. Pertempuran yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur ini diawali dengan kedatangan tentara Inggris yang tergabung dalam AFNEI (Allied Force Netherlands East Indies). Militer Inggris, yang saat itu