Banyak berita di mana-mana yang menggambarkan bagaimana kondisi persebaran Covid-19 di wilayah masing-masing. Mulai dari informasi mengenai negara kita menjadi negara terdampak Covid-19 terbanyak di Asia Tenggara sampai tagar Indonesia Terserah. Belum sempat kita cerna dan telaah satu persatu kebenaran dari semua berita itu, tapi sudah banyak komentar-komentar yang membuat

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan. Kebersihan di  sini mencakup kebersihan lingkungan maupun kebersihan badan. Seringkali kita mendengar maqolah yang sangat masyhur bahwa “kebersihan merupakan sebagian dari iman”. Oleh karena itu, salah satu usaha untuk mengamalkan maqolah tersebut  adalah kegiatan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Islam menuntun kebersihan

“Black Lives Matter” merupakan slogan aksi demo rasisme yang terjadi di Amerika atas kematian George Floyd yang ditindih lehernya oleh seorang Polisi pada 25 Mei 2020. Pembunuhan ini terjadi karena sebuah minimarket melaporkan bahwa Goerge Flyod membeli sesuatu dengan menggunakan uang palsu. Aksi demo ini akhirnya melebar hingga berbagai negara.

Aktivitas menuntut untuk memandang gadget? Hati-hati, perangkat elektronik memancarkan sinar biru yang bisa berbahaya bagi mata. Menjaga kesehatan mata sangatlah penting. Sebab, aktivitas Anda bisa terganggu bila mata bermasalah. Salah satu kebiasaan yang kerap menjadi penyebab kerusakan mata adalah memandang layar gadget dalam waktu yang lama. Sinar biru yang terpancar

Salat fardu merupakan satu dari enam rukun islam yang wajib di laksanakan oleh setiap muslim. Salat secara harfiah bermakna doa, secara syar’i sebagaimana pendapat Imam Ar-Rofi’i salat adalah rangkaian ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan dikahiri salam beserta syarat-syarat yang ditentukan. Salat fardu diperintahkan oleh Allah Swt. kepada

Hari Dokter Nasional bertepatan dengan hari ulang tahun Ikatan Dokter Indonesia. Peringatan hari dokter ini tak luput dari kiprah dokter Indonesia sejak masa pergerakan nasional. Beberapa tokoh yang berperan penting pada masa pergerakan diantaranya adalah Sutomo, Wahidin Sudirohusodo, Cipto Mangunkusumo, Abdul Rivai, Radjiman Wedyodiningrat, dan Bahder Djohan.  Dari sekian banyak

“Manusia tak akan pernah berhenti bereksplorasi. Kita perlu melihat jauh ke depan dan beralih dari ‘giat berinovasi’ menjadi ‘gigih mencipta’. Perubahan cepat akan terjadi dalam kehidupan manusia, budaya kerja, dan dalam kehidupan bermasyarakat, seiring makin tingginya pengadopsian teknologi AI, 5G, komputasi awan, serta sejumlah teknologi berkembang lainnya.”. Kalimat yang di

Habib Ali Al-Jifri menulis sebuah buku yang berjudul “Al-Insaniyyah qabla Al-Tadayyun” yang artinya kemanusiaan mendahului sikap religius. Tentu ini menarik untuk dibahas. Terkadang ada segolongan orang yang melakukan kekerasan atas nama agama, lalu dengan mudahnya mengabaikan sisi kemanusiaan. Meskipun agama (religion) dan keberagamaan (religiosity) saling terkait, namun keduanya adalah hal