Allahuakbar Allahuakbar, asyhaduanlaa ilaha illalloh, asyhadu anna muhammadarrosuulullah, hayya ‘alasholah, hayya alal falah, qodqomatisholah qodqomatisholah, Allauakbar allahu akbar laa ilaa ha illalloh… Azan salat asar telah berkumandang di Pondok Pesantren Attauhidiyah. Sore itu, semua santri putri bergegas menunaikan jamaah salat asar bersama di musala pondok bersama Bu Nyai Azizah, istri Lanjut membaca →
Al Munawwir Komplek Q
Berkhusnudzonlah
Perasaan aku udah lama di pondok, kok nggak pinter-pinter? Kayaknya nggak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah di pondok, gimana ya? Kalau begini, apa bedanya di pondok sama di kos? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering diucapkan oleh para santri, baik santri baru, santri yang sedikit lebih lama, terutama santri lama yang Lanjut membaca →
Kiat Merespons Takdir
Seluruh kehendak Allah disebut dengan qadha dan qadar (takdir). Qadha merupakan rencana Allah, dan qadar merupakan sesuatu yang sudah terjadi. Terkadang, dalam memahami qadha dan qadar muncul suatu konflik dalam diri seorang hamba yang bahkan bisa berbalik protes kepada Allah dikarenakan beranggapan seakan-akan Allah tidak memberi sebuah wilayah ikhtiar kepada Lanjut membaca →
Menyikap Budaya Konsumtif Secara Bijak dari Lagu ERK
Atas bujukan setan Hasrat yang dijebak zaman Kita belanja terus sampai mati Mendengar bait lirik lagu Efek Rumah Kaca yang berjudul Belanja Terus Sampai Mati itu memang cukup menusuk hati jiwa-jiwa yang suka belanja tapi masih mikir-mikir. Ya bagaimana mungkin lirik yang diciptakan Cholil Mahmud itu bisa tak mengusik perilaku Lanjut membaca →
Ibu Nyai Dra. Hj. Muthi’ah Asyhari : Teladan Perempuan dalam Bermasyarakat
Masyarakat Yogyakarta khususnya warga Nahdliyin tentu saja mengenal sosok KH. Asyhari Abta. Ia adalah seorang Rois Syuriah PWNU DIY yang sangat disegani oleh masyarakat dan santri-santrinya. Tetapi banyak yang tidak tahu siapa sosok yang selalu berada disampingnya untuk menemani setiap perjuangannya. Ia adalah Ibu Nyai Muthi’ah. Ibu Nyai Siti Muthi’ah Lanjut membaca →
Aku, Rindu, dan Komplek Q
Di tengah badai yang belum juga mereda,Kutuliskan rinduku Tentang aku yang ingin segera pulang Dan kau yang mungkin ingin aku datang Tahun-tahun telah kita lewati bersamaKau yang tak henti-hentinya memberiDan aku yang tak pernah malu untuk menerimaKau dengan ilmu tak terhinggaAku dengan kebodohan tak terkira Di bawah pagi yang mendung Lanjut membaca →
Lomba Mewarnai dan Menggambar dalam Rangka Harlah ke-30 Komplek Q
Ahad (15/9) Komplek Q mengadakan lomba mewarnai dan menggambar untuk anak-anak tingkat TK/RA dan SD/MI. Acara ini termasuk dalam rangkaian acara Harlah ke-30 Komplek Q. Acara yang berlangsung di Musala Barat ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembawa acara Kak Fia dan Kak Ikfi. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Lanjut membaca →
Anak laki-laki itu, Adam
Sudah sejak tadi anak laki-laki itu hanya berdiam, mengamati sekitar tanpa menunjukkan ketertarikannya. Hiruk pikuk dan suara tawa serta teriakan dari teman-teman sebayanya tidak sedikitpun mengalihkan pandangan matanya yang kosong. Tangan mungilnya terus mendekap lutut, duduk bersandar di tiang kayu di ujung ruangan. Sudah sejak satu jam lalu posisi duduknya Lanjut membaca →
Ramadan
Tiada hal yang paling dinantikan Selain datangnya bulan Ramadan Iklan-iklan sirup mulai bermunculan Dan emak-emak ramai berburu diskonan Sejatinya bukan perkara materi yang dicari Namun perbanyak amal ibadah, lebih berarti Karena Ramadan bulan yang mulia Setiap amal baik, pahala akan berlipat ganda Sebulan penuh kita akan berpuasa Menjaga Lanjut membaca →
Lama vs Baru, sebuah Refleksi (1)
Perbincangan tentang benturan tradisional dan modern sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu (kalau tidak dikatakan baheula). Entah itu tentang tradisional yang memegang adat lama terlalu erat, atau si modern yang memaksa masuk dengan dalih “kita udah di zaman apa, masbro?”. Fenomena sama ketika kita berdebat dengan orang tua ketika memilih Lanjut membaca →










