Al Munawwir Komplek Q

Pengajian Rutin Jumat Pon di Komplek Q, Jumat (27/5) kembali diadakan. Acara dilaksanakan dengan khidmat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Setelah kurang lebih 2 tahun lamanya pengajian Jumat Pon di komplek Q vakum karena pandemi, kini kembali diadakan. Ibu-ibu jamaah pengajian saling bertemu dan bersilaturahmi. Momen ini sekaligus menjadi acara

Ahmad Syafi’i Maarif atau yang biasa disapa Buya Syafi’i adalah seorang ulama dan cendekiawan Indonesia yang lahir di Negeri Calau, Sumpur Kudus, Minangkabau pada tanggal 31 Mei 1935. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) dan pendiri Maarif Institute. Pemikiran-pemikiran

Hai Manusia kuat..  Kau tak perlu memendam rasamu  Jika itu baik untukmu  Kau hanya perlu jujur   Jika kau sedih menangislah    Kuat bukan berarti tidak boleh menangis Tapi ketika kita jujur akan perasaan hati kita Itulah kuat yang sebenarnya    Mari sembuh..  Aku tau lukamu masih berdarah  Bahkan untuk mengobati

Senin (23/05) Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q menyelenggarakan acara Halal Bihalal sebagai pembuka kegiatan setelah satu bulan liburan. Acara yang bertempat di Musala Barat Komplek Q ini dibarengi dengan majelis salawat Nabi Muhammad saw. yang diikuti oleh seluruh seluruh santri Komplek Q, jajaran pengurus, ustaz dan ustazah, serta perwakilan komplek.

MI Tahfidz El-Muna Q dan MTsTQ menggelar acara halal bihalal bersama pengasuh pondok pesantren Al Munawwir Komplek Q Krapyak Yogyakarta (Senin,23/05/22) pada pukul 09.00 WIB  bertempat di mushola barat Komplek Q. “Kegiatan halal bihalal pada tahun 2022 merupakan yang pertama kali diselenggarakan. Pada tahun sebelumnya, dewan guru hanya mengadakan sowan

Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Penetapan Hari Kebangkitan Nasional berdasarkan keputusan Presiden nomor 316 tahun 1959 yang ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada 16 Desember 1959. Peringatan ini tidak terlepas dari peristiwa berdirinya organisasi Boedi Utomo. Organisasi ini berawal dari gagasan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Yang kemudian disambut baik

Berbeda dengan Hari Buku Internasional yang diperingati pada tanggal 23 April, pada tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Hal ini berdasarkan berdirinya Perpustakaan Nasional Indonesia pada tanggal 17 Mei 1980. Pencetus utama hari buku nasional adalah Menteri Pendidikan yakni Abdul Malik Fadjar. Hari Buku Nasional lebih kepada lingkup