Kamis (12/23) melansir dari sidang Komisi Bahstul Masail Ad-Diniyah Al-Waqi’iyah pada Muktamar NU ke-34 yang bertempat di Pondok Pesantren Darussa’adah Lampung ini. Salah satu pembahasanya mengenai interseks atau cara penentuan jenis kelamin seseorang yang memiliki alat kelamin laki-laki tetapi ia juga memiliki rahim dan juga mengeluarkan darah haid. KH Sarmidi Lanjut membaca →
Al Munawwir Komplek Q
Batik Megamendung : Motif dan Filosofinya
Motif Batik Megamendung merupakan karya seni batik yang identik menjadi ikon batik daerah Cirebon. Motif batik ini mempunyai kekhasan yang tidak ditemui di daerah penghasil batik lain. Karena batik megamendung asal Cirebon ini merupakan mahakarya, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata akan mendaftarkan motif megamendung ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan sebagai salah satu warisan dunia. Hanya budaya Lanjut membaca →
Pembukaan Muktamar ke-34 NU di Lampung
Rabu (22/12) Muktamar ke-34 NU telah resmi dibuka di Ponpes Daarussa’adah Lampung. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin turut hadir untuk meresmikan pembukaan Muktamar NU tahun ini. Selain itu, Ketum PBNU KH. Said Aqil Siroj juga turut menghadiri acara ini. Tampak pula sejumlah ulama, pejabat, dan Lanjut membaca →
OSPEP 2021- Self Love: Caring For Our Mental Health
OSPEP (Orientasi Studi Pengenalan Pondok Pesantren) Al-Munawwir Komplek Q tahun 2021 berlangsung selama 3 hari. Dimulai pada hari Jum’at, 17 Desember 2021 sampai Ahad, 19 Desember. Jum’at, (17/12/2021), OSPEP Al-Munawwir Komplek Q tahun 2021 resmi dibuka. Orientasi Studi Pengenalan Pondok Pesantren (OSPEP) merupakan agenda tahunan yang bagi santriwati baru Pondok Lanjut membaca →
Teruntuk Perempuan Hebat di Dunia
Perempuan yang berhati malaikat Perempuan yang paling kuat dan hebat dihidupku Perempuan yang tulus menyayangi anak-anaknya Ibu Engkaulah Malaikat yang tidak bersayap tapi sangat bermakna Engkaulah Pelindung terbesar dalam hidupku Engkaulah kehangatan disaat aku lelap dalam pangkuanmu Kau relakan tubuhmu sebagai pintu masuk kami ke Dunia ini Kau hancurkan egomu Lanjut membaca →
Haul Ke-1 KH. R. Muhammad Nadjib Abdul Qadir Krapyak
Krapyak-Pondok Pesantren Almunawwir gelar haul ke-1 KH. R. Muhammad Najib Abdul Qadir Senin (20/12). Acara yang dipimpin oleh KH. Ahmad Shidqi Masyhuri dan dihadiri ratusan santri ini dilangsungkan di Aula G PP Almunawwir Krapyak, Yogyakarta yang terletak di depan kediaman almaghfurlah KH. R. Muhammad Najib Abdul Qadir. Kiai dari luar Lanjut membaca →
Perspektif Islam dalam Memandang Keberagaman
Tanggal 20 Desember atau tepat pada hari ini merupakan waktu peringatan Hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional. Momentum ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dunia tentang solidaritas, terutama dalam lingkup global. Peringatan 20 Desember sebagai Hari Solidaritas Kemanusiaan Internasional bertujuan untuk merawat persatuan dan meningkatkan persaudaraan dari berbagai latar belakang baik agama, suku, Lanjut membaca →
Ngaji Fiqih Nisa’: Cara Islam Memuliakan Perempuan (1)
Dalam literatur kitab klasik, hampir tidak ada istilah “fiqih nisa’” secara khusus. Fiqih nisa’ masuk dalam pembahasan-pembahasan empat klasifikasi fiqih secara garis besar: fiqih ibadah, fiqih muamalah, fiqih munakahah, dan fiqih jinayah-siyasah. Bahkan dalam al-Qowaid al-Fiqhiyah tidak ada kajian khusus tentang perempuan, ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan secara konsep Lanjut membaca →
Ngaji Fiqih Nisa’: Cara Islam Memuliakan Perempuan (2)
Pembahasan selanjutnya yang menjadi pembahasan dalam fiqih nisa’ adalah tentang hak ijbar, hak ijbar adalah hak memaksakan nikah seorang perempuan oleh ayah atau kakeknya. Namun hak ini tidak bisa secara bulat-bulat dalam artian pemaksaan yang mutlak. Hak ijbar ini berdasarkan beberapa syarat, seperti yang terdapat dalam kitab Al-Muhadzab saat Lanjut membaca →
Ngaji Fiqih Nisa’: Cara Islam Memuliakan Perempuan (3)
Fiqih nisa’ selanjutnya adalah tentang pembangkangan istri, yaitu nusyuz. Dalam QS. An-Nisa ayat 34 menjelaskan bahwa seorang istri yang nusyuz, maka suaminya boleh menasihati, kemudian jika nasihat belum cukup maka pisah tempat tidur, jika itu belum cukup pula, maka boleh memukul istri. وَاضْرِبُوهُنَّ dalam Tafsir At-Thabari dan Al-Qurtubi menjelaskan dengan Lanjut membaca →








