Perempuan saat ini bukan lagi mereka yang terkungkung di dalam rumah dengan segala tugas kerumahtanggaan. Melainkan, perempuan saat ini adalah perempuan yang memiliki banyak peran dalam kehidupannya. Perempuan mampu berkiprah di dunianya, menyuarakan pendapatnya, mendapatkan pendidikan yang layak sekaligus melakukan tugas kerumahtanggaan. Perempuan adalah pejuang tangguh, tidak hanya cantik diluar

Berhala dipercayai sebagai Tuhan pada masa sebelum hadirnya Islam di tanah Arab. Baik tokoh agama maupun kalangan masyarakat menengah ke bawah menyembahnya dengan senang hati. Namun, setelah hadirnya islam, beberapa tokoh agama dan masyarakat berhenti menyembah berhala dan mempercayai Islam sebagai agama dan Allah sebagai Tuhannya. Abu Dzar al-Ghifari termasuk

Iraq, sekitar 900 tahun yang lalu. Seorang perempuan menuntun anaknya dari desa sebelum berangkat mencari ilmu ke pusat pengetahuan Islam kala itu (Baghdad). la menitipkan anaknya pada sebuah rombongan yang akan menuju kota itu. Di pertengahan jalan, rombongan itu dijarah oleh sekawanan perampok. Semua harta dirampas. Pada awalnya, anak kecil

Syekh Ali Jum’ah dikenal sebagai mujtahid yang tegas dalam fatwa-fatwanya. Meskipun banyak kalangan yang berseberangan dengan fatwanya. Kedudukannya sebagai mufti yang diemban selama dua periode memberikan banyak solusi dari permasalahan yang ada saat ini. Tidak hanya di negaranya saja, tetapi juga bagi dunia Islam umumnya.  Beliau memiliki nama lengkap Abu

Datuk Malik Ibrahim (Abdurrahim Bauzir)—yang akrab disapa Mbah Datuk—merupakan bangsawan asal Yaman keturunan Bani Hasyim. Ia adalah wali besar yang berperan dalam menyebarkan Islam di Banyuwangi serta di Loloan, Jembrana, Bali. Datuk Ibrahim Bauzir datang ke Nusantara, sekitar tahun 1770 dan transit di Banyuwangi yang dulunya bernama Blambangan. Datuk kemudian