Wisudawati Bersama Pengasuh
Wisudawati Bersama Pengasuh

Haflah Takharruj 1 & Tasyakkur Nazm at-Tasrih al-Yasir MA Tahfidz El Muna Q, Yayasan Pondok Pesantren El Muna Q

Diposting pada 176 views

Wisuda Madrasah Aliyah Tahfidz Al Qur’an (MA TQ) El Muna Q angkatan pertama menjadi momentum yang mengisi tangki cinta segenap pengasuh, pembimbing, guru, wali wisudawati dan seluruh tamu undangan. The Alana Malioboro menjadi saksi hasil perjuangan, dedikasi, dan keikhlasan murobbi ruhi kami dalam mengantarkan para wisudawati sampai di titik ini. Sabtu, 23 Mei 2026 akan menjadi sejarah yang berkesan seumur hidup bagi 18 wisudawati dan sekaligus menjadi awal perjuangan mereka menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Merdunya lantunan sholawat hadroh MA TQ El Muna Q serta lantunan ayat ayat suci Al Quran oleh Ummi Kultsum Matdoan membuka acara sekaligus menebarkan kedamaian dan kebahagiaan. Kebahagiaan itu kemudian terpancar dari wajah para hadirin yang antusias menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Madrasah dan Mars Syubbanul Wathon.

Sambutan-Sambutan

Suasana menjadi khidmat saat Kepala MA TQ El Muna Q, ibu Dewi Isnawati Intan Putri, M. Pd.  menyampaikan apresiasi kepada para wisudawati yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik serta menyampaikan beribu-ribu terimakasih kepada wali wisudawati karena telah memberikan kepercayaan untuk mendidik putrinya.

Dr. H. Muhammad Kholid Arif Rozaq, S. HUT., M. M.
Dr. H. Muhammad Kholid Arif Rozaq, S. Hut., M. M.

Tak sampai disitu, Kepala Yayasan Pondok Pesantren El Muna Q, Dr. H. Muhammad Kholid Arif Rozaq, S. Hut., M. M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa ” Pondok pesantren adalah modal pendidikan terbaik, karena disana tidak hanya ada ta’lim, transfer knowledge atau pemahaman kognitif saja, tapi juga ada tarbiyah yaitu mendidik karakter, perilaku dan akhlak santri. Oleh karena itu, isu isu negatif terkait pesantren yang tengah diperbincangkan saat ini menjadi refleksi bagi kita, bukan justru menjadi stigma terhadap pondok pesantren.”

“Jangan terprovokasi dengan berita buruk mengenai madrasah atau pesantren, itu hanya satu atau dua dari sekian ribu pesantren yang ada di Indonesia. Kita harus berkampanye dan bergelut dengan media sosial untuk menampakkan kebaikan- kebaikan pendidikan madrasah. Ini adalah bentuk upaya kita untuk mempertahankan pendidikan madrasah sampai akhir,” tutur H. Ahmad Musyadad, S. Pd. I., M. S. I selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Kementerian Agama Kabupaten Bantul dalam sambutannya.

Isu isu negatif mengenai pesantren nampaknya tidak membuat bapak Sriyatno, S. Pd. meragukan pendidikan pesantren, terlihat dari untaian rasa syukur dan terimakasih yang beliau sampaikan kepada segenap pengasuh, ustadzah dan guru yang telah mendidik putri beliau. “Saya menerima kembali anak-anak kami, terimakasih telah menjaga, mendidik  dan mengembalikan anak-anak kami dalam keadaan baik seperti saat pertama kami menitipkan anak-anak kami. Pesan saya untuk anak-anak kami yang hari ini diwisuda: Jadilah orang yang bermanfaat,” ujar perwakilan wali wisudawati tersebut dalam sambutannya.

Semua sambutan telah usai, Ustadz Agus Najib Sholih, S. Ag. kemudian mempimpin pembacaan tahlil, dilanjut dengan pembacaan nadzom Tashrihul Yasir dan demo ilmu tafsir oleh para wisudawati yang dipimpin oleh ibu Badi’atus Solichah, S.S., M.A.

Baca juga: Nyai Hj. Nur khodijah: Perempuan Pendiri dan Penggerak Pesantren Putri Pertama di Indonesia
Prosesi Wisuda dan Pemberian Penghargaan

Prosesi wisuda berlangsung dengan khidmat yang kemudian dilanjut dengan dengan sesi foto bersama segenap pengasuh, ustadzah dan guru. Selanjutnya adalah pemberian penghargaan.

Pemberian penghargaan siswi berprestasi
Kategori Hafalan Al Quran
1. Naila Maulida Hasanah: 15 juz
2. Najwa Agniya Suci: 15 juz
3. Fariza Nayla Putri: 16 juz
4. Ummu Kultsum Matdoan: 16 juz
5. Dinda Nur Azzahra: 21 juz
6. Nur Azizah: 21 juz

Kategori Prestasi Sekolah
1. Annisa Amalia Nabila: karya terbaik literasi dengan judul ” Dibalik Nama Exaficsera”
2. Asy Syifa Rahmah Safika: siswi terbaik dan nilai UM tertinggi
3. Fariza Nayla Putri: prestasi akademik perlombaan
4. Ummu Kultsum Matdoan: prestasi non akademik perlombaan

Penampilan-Penampilan
Tari Ratoeh Pukat
Tari Ratoeh Pukat

Sebagai rangkaian acara terakhir yakni penampilan-penampilan. Penampilan pertama oleh para wisudawati yang menyanyikan hymne guru, kemudian penayangan ucapan apresiasi guru guru kepada wisudawati, dilanjut oleh penampilan tari Ratoeh Pukat oleh siswi MA TQ El Muna Q.

Ada satu hal yang menarik di penampilan terakhir, yaitu para wisudawati menyanyikan lagu Virgoun yang berjudul “Saat Kau Telah Mengerti ” disertai dengan penayangan video masa kecil para wisudawati bersama orangtua mereka. Hal ini membuat suasana menjadi haru, air mata berjatuhan disana-sini, ditambah lagi dengan sesi pemberian bunga kepada wali wisudawati yang semakin membuat suara isak tangis terdengar di seluruh penjuru ruangan.

Sesi ini adalah penutup dari rangkaian acara Wisuda MA TQ El Muna Q. Semoga para wisudawati diberikan ilmu yang manfaat, barokah, sukses dunia akhirat. Aamiin.

 

Pewarta: Wulan Aprilia

Sumber Gambar: Media Komplek Q