Al Munawwir Komplek Q

Dalam ceramahnya, Habib Novel Alaydrus menyampaikan bahwa hasad dapat menghapus kebaikan seseorang hanya dalam sekejap. Seperti halnya kayu yang dilemparkan kedalam kobaran api dan akan hangus seketika. Kebaikan yang sudah kita kumpulkan, seperti sholat dhuha dengan rajin, selalu shodaqoh bisa saja langsung hilang karena sifat hasad. Rasulullah SAW bersabda: اِياَّ

Dalam rangkaian acara Haul ke-34 Mbah Ali Maksum, terdapat banyak kegiatan salah satunya adalah Muhadlarah ‘Ammah atau Kuliah Umum yang digelar oleh Mahasantri Ma’had Aly Krapyak Yogyakarta. Muhadlarah ‘Ammah ini bertema “Kontekstualisasi Fiqih-Ushul Fiqih dalam Tatanan Dunia Baru: Pengalaman Diplomasi ala Santri” dengan narasumber Drs. KH. Agus Maftuh Abegebriel, M.Ag.

Malam yang gelap menenggelamkan pikirku Terdiam menangis mengabu Aku telah mati sebelum hari ini Dikubur sedih yang tak terucap Sayang seribu sayang Dalam makam aku sendirian Tidak ada penerang, bahkan ibu seorang Apa kesalahanku? Daun berjatuhan hari itu Akankah tumbuh menjadi pohon baru Aku mengabu, aku membisu Lara yang tidak

Apakah sempat terlintas dipikiran kita bahwasanya waktu itu sangat penting bahkan berharga? Bukan perihal masalah, namun ini adalah tentang waktu yang menjadi faktor utama dalam segala bentuk aktivitas yang dilakukan.  Dalam kehidupan, waktu merupakan hal yang paling berharga dan menjadi penentu dari semua aktivitas yang dilakukan. Menurut KBBI, waktu adalah

(Untuk semua guru di sepanjang kehidupan)   Engkau adalah nyawa bagi setiap setapak kehidupan Mengantarkan kami langkah demi langkah  Dengan penuh keikhlasan Menjadi manusia yang cakap dan pintar   Dulu, kami buta, tuli, dan bisu akan pengetahuan  Namun, engkau tidak memandang kami sebagai insan yang cacat Ridlomu bagi murid-muridmu menjadi

Jalanan kota selalu panas, sesak, dan tak ramah. Bahkan pepohonan yang seharusnya memberi kesan tentram dan nyaman, nyatanya tak lebih dari sebuah pelengkap tata ruang kota. Bangunan-bangunan pun demikian, tak peduli semenarik apa sejarah dan bentuknya saat ini, ia hanya benda mati yang tak bisa apa-apa, melihat kekacauan di jalanan.

Rabu (16/11/22) Pannel Session 3 merupakan akhir dari rangkaian panel hari ini. Sesi panel ketiga berbincang perihal “Desain Kurikulum Washatiyah Pendidikan Al-Qur’an”. Tampil sebagai narasumber, beliau: KH. Ahsin Sakho’ Muhammad (Pesantren Darul Qur’an Cirebon, Jawa Barat), Ny. Hj. Maftuhah Minan (Pesantren Nurul Qur’an, Kajen, Pati, Jawa Tengah), dan Sheikh Māhir