Foto bersama dalam acara Seminar tema dan motivasi

Seminar Tema & Motivasi : “Shine with Purpose, Walk with Values” 

Diposting pada 79 views

(09/08/2025) Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q menggelar Seminar Tema dan Motivasi dalam rangka pelaksanaan Orientasi Studi dan Pengenalan Pesantren (OSPEP) 2025. Pada kesempatan kali ini, Komplek Q mengundang Prof. Dr. Yulia Nasrul Latifi, S. Ag., M. Hum. sebagai pembicara. Beliau adalah alumnus dari Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q yang saat ini berprofesi sebagai dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q menggelar seminar ini untuk mengajak peserta memahami makna tema OSPEP 2025, “Shine with Purpose, Walk with Values”, sekaligus memotivasi santri baru dalam mengawali langkah mereka menuntut ilmu.

 

Shine with Purpose

Dalam sesi pembahasan materi ini beliau bertanya kepada para peserta OSPEP, “Mengapa hidup harus disertai dengan tujuan?” Karena hidup tanpa tujuan merupakan suatu hal yang tidak bisa dipahami dengan pikiran yang rasional. Dalam kutipan tema Seminar Motivasi : “Shine with Purpose, Walk with Value” yang berarti bersinar dengan tujuan beliau menjelaskan bahwa tujuan itu seringkali tidak tampak secara harfiah, maka sama halnya dengan cahaya yang tidak berwujud tetapi nyata. Berbeda dengan “Walk with Values” yang berarti berjalan dengan nilai-nilai yang merupakan bentuk fakta dari tujuan yang kita miliki.

Setiap individu pasti memiliki tujuan dalam hidupnya. Namun, kita harus menyertai tujuan ini dengan pengembangan diri yang berkelanjutan. Prof. Yulia menekankan pentingnya untuk selalu mengasah minat dan passion kita, dengan begitu setiap manusia dapat berkembang dan menjadi pribadi yang berkualitas, tidak cukup hanya puas pada satu titik saja.

 

Walk with Values

Berjalan dengan nilai dalam refleksi yang dipaparkan oleh Prof. Yulia ada lima hal, apa saja lima hal tersebut?

Yang pertama adalah Berteologi rasional dan progresif. Berteologi berarti berketuhanan, rasional berarti pola pikir yang berdasarkan logika dan Progresif berarti visi pada kemajuan. Tuhan telah memberikan akal dan hati nurani sebagai sarana bagi manusia dalam menentukan pilihan dalam hidup. Tuhan telah menciptakan pola dan makhluknya lah yang memilih pola apa yang akan mereka gunakan dalam hidupnya, seperti yang dijelaskan dalam Al-Qura surah Ar-Rad: 11 yang berbunyi

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

“Aku tidak akan mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri”

 

Kedua, Bekerja Keras. Kerja keras merupakan bentuk usaha dalam mencapai suatu tujuan, apabila sesorang tidak berusaha dengan keras maka ia telah menyia-nyiakan kesempatan yang telah Allah berikan. Seperti dalam Takhrij Hadis yang berbunyi “مَنْ جَدَّ وَجَدَ” yang artinya “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapat”.

Ketiga, menjadi pribadi yang bertumbuh. Kita sebagai individu yang berakal harus memiliki sifat terbuka, dalam artian individu yang open minded, positif dalam menerima kritikan dan menjadi pribadi pembelajar. Lingkungan sekitar penuh dengan hal-hal yang dapat mendidik kita menjadi seseorang yang terpelajar. Bagaimana kita mampu untuk mengenali kelebihan dan kekurangan dalam diri juga merupakan bentuk pribadi yang bertumbuh. Dengan mengenali kelebihan dapat membantu kita untuk mengembangkan hal-hal potensial dalam diri, mengetahui kekurangan mengajarkan kita untuk terus memotivasi diri untuk berkembang.

Keempat, yaitu semangat untuk terus maju. Bagaimana kita menanamkan untuk terus ingin tahu dalam segala hal, bagaimana kita menerima setiap perubahan yang terjadi, karena satu-satunya hal yang abadi di dunia adalah perubahan.

Yang terakhir adalah Merawat kualitas spiritual. Sebagaimana yang dijelaskan oleh beliau, jika kita tak merawat iman maka akan perlahan kotor dan menghilang. Jiwa kita adalah percikan dari jiwa Tuhan.

 

Sedikit banyak pembahasan yang telah Prof. Yulia sampaikan, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua,

aamiin…

 

Redaktur: Indah Prissyla Arintia

Editor: Fariha Fauziah

Foto: Arsip Media Komplek Q