Gus Baha: Kenapa Al-Fatihah Menjadi Ummul Kitab? (Tafsir Jalalain QS. Al-Fatihah)

Posted on 11 views

Surah Al-Fatihah adalah surah yang sangat agung. Hingga mayoritas ulama meyakini jika salat tidak dianggap sah tanpa bacaan Surah Al-Fatihah. Kenikmatan membaca Al-Fatihah hilang ketika membaca Al-Fatihah hanya menjadi rutinitas. Seperti halnya Agama akan kehilangan ruh ketika hanya menjadi rutinitas. ‘Ainul yaqin, haqqul yaqin harus disyari’atkan dengan impelementasi yang tepat, seperti ketika seorang mencari guru yang baik agar menjadi murid yang baik. Belum tentu jika guru tersebut baik dan muridnya akan menjadi baik. Ketika membaca Alhamdulillahirabbil ‘Alamin terkandung arti bahwa segala yang baik adalah berasal dari Allah. 

Al-Fatihah memiliki banyak sekali kandungan yang mencakup tujuan Al-Qur’an secara umum, yakni prinsip agama yang meliputi akidah, ibadah, syari’at, keyakinan pada hari akhir, qada’ dan qadar, keimanan pada sifat-sifat mulia Allah, dan pertolongan berupa hidayah dari-Nya. Dalam kaitannya dengan surah-surah mulia dalam Al-Qur’an, Surah Al-Fatihah menjadi layaknya ibu karena mengandung semua prinsip-prinsip asasi semua surat dalam Al-Qur’an hingga surah ini mendapat julukan sebagai Ummul Kitab.

Kata Alhamdulillah sebagai ruhul islam. Hal ini terbukti dalam Surah Al-fatihah diawali dengan Alhamdulillah yang berarti “segala puji bagi Allah”. Dalam ilmu tasawuf Hamida berarti Esa. Lalu mengapa dalam Surah Al-Fatihah tidak menggunakan Hamida yang berarti “saya memuji Allah” melainkan menggunakan Alhamdulillah? Hal ini karena memujinya seorang hamba harus diawali dengan menyanjung menggunakan Alhamdulillah yang berarti segala puji hanya milik Allah. Ibaratnya presiden adalah orang agung bukan saya hormat presiden, namun kehormatan hanyalah milik presiden.

Kenapa Al-Fatihah begitu hebat di mata Allah? Salah satu jawabannya adalah dalam Surah Al-Fatihah semuanya menggunakan kata dasar. Secara ilmu lughot, Alhamdu sebagai dasar. Begitu seterusnya menggunakan kata dasar hingga ayat shiratalladzi na an’amta ‘alaihim….. semuanya menggunakan kata dasar. 

Terdapat sebuah cerita, yakni ada orang masuk neraka. Di dalam neraka tersebut ia berwirid “ya hannan ya manan”. Lalu malaikat bingung dan menanyainya untuk apa ia berdzikir di alam neraka. Hamba tersebut menjawab “Apa hubungan neraka dan saya? Kewajibann saya adalah memuji Tuhan. Karena menyembah tuhan adalah hukum dasar dan tidak ada hubungannya dengan neraka”. Dapat disimpulkan bahwa sebuah hukum dasar akan menjadi dasar dari perbuatan yang baik. Begitupula Surah Al-Fatihah yang memiliki hal tersebut. Maka pantas jika Surah Al-Fatihah dinobatkan menjadi Ummul Kitab dan mendapat sanjungan sebagai surah yang agung. Selain itu, banyak sekali keutamaan yang dimilki surah Al-Fatihah, antara lain sebagai obat, hadiah untuk orang yang sudah meninggal, dan menjadi sebuah bacaan muilia yang dibaca berulang-ulang saat sholat.

Oleh : Tsalis Wifqi

Sumber: Kanal Youtube

Photo by Adli Wahid on Unsplash