Hukum Makan dan Minum saat Masuk Waktu Imsak

Posted on 2 views

Tahukah Anda?

Ternyata kita masih boleh melanjutkan makan dan minum saat pengumuman imsak berkumandang loh.

Simak penjelasan berikut ini!

Imsak secara bahasa adalah menahan diri. Dalam konteks puasa imsak berarti menahan diri dari makan, minum dan hal-hal yg membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. 

Kaidah puasa dimulai dari terbit fajar (waktu subuh) sesuai dengan Firman Allah dalam Qs. Al-Baqarah ayat 187. 

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِه لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

Artinya: “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.”

Lantas mengapa ada imsak? Apakah fungsi imsak sebenarnya?

Imsak adalah rambu kuning bagi orang yang akan berpuasa. Para ahli falak membuat jadwal subuh dan imsak dengan perhitungan minus 5 dan plus 5 dari waktu asli temuan hitungan, karena untuk ihtiyath (kehati-hatian). Misalnya hitungan ilmu falak, waktu subuh tanggal 3 April jatuh pada pukul 04.10 WIB, maka waktu subuh akan ditulis menjadi 04.15 WIB, sementara imsak minus 5 dari hasil waktu yg ditemukan menjadi 04.05 WIB. Sehingga dari imsak hingga subuh terdapat waktu lebih kurangnya 10 menit.

Oleh karena itu, bagi orang yang imsak masih dalam keadaan makan, dia boleh meneruskan sekedar makannya dan minum dengan waktu yang singkat untuk segera memulai puasa. Sebab jika ia terus makan untuk menunggu sampai azan subuh, maka puasanya tidak sah karena azan subuh itu sudah plus 5 menit. Walau pun puasanya batal, ia tetap wajib meneruskan puasanya hingga sore karena ia dianggap sembrono. 

Oleh karena itu, ketika mendengar pengumuman imsak harus segera menyelesaikan makan dan minum supaya selesai semuanya sebelum masuk waktu subuh.

Wallahu a’lam bishowab

Oleh: Dewi Hab

Sumber: Tanya jawab bersama ustaz Ihsanuddin

Photo by Pixabay from Pexels