Hari itu, alam mengajak kami bercengkrama
Tentang pohon tua di sudut kota
Kepada insan-insan yang sedang putus oleh asa

Tentang ranting rapuh yang harus menopang berlembar-lembar daun,
Tentang bunga yang kembali gugur
Ketika buah kecil mulai tumbuh di pohon lain,
Tentang buah yang habis sebelum hari panen tiba,
Tentang usia yang semakin menua
Sedangkan yang dihasilkan tidak seberapa
Seakan waktu hidup sia-sia.

Ayunan ranting rapuhnya mengajarkan arti kuat
Guguran daun dan bunga untuk sebuah sabar
Buah manisnya bukti keindahan dari tawakkal
Maka tidak ada lagi putus asa
Hanya menunggu waktu yang tepat, dari skenario terbaikNya

Oleh: Iqna Isti’nafiyyah

Foto: by ali shirali on Unsplash

Leave a Comment