Hari Bumi dirayakan setiap tahun pada tanggal 22 April. Hari Bumi pertama kali digagas oleh pengajar lingkungan Amerika Serikat bernama Gaylord Nelson pada tahun 1970. Adanya Hari Bumi juga sebagai tanda telah lahirnya gerakan lingkungan modern. Sejarah Hari Bumi dimulai tahun 1960 sampai dengan 1970 di mana pada waktu itu

“Rapi bener pake batik, mau kondangan dimana nih?” – netijen. Pertanyaan di atas tak jarang dilontarkan orang sekitar kita ketika ada orang yang menggunakan pakaian warisan budaya Indonesia tersebut. Batik sendiri sudah diajukan ke UNESCO sejak era Soeharto sebagai warisan budaya tak benda. Pengajuan itu secara resmi diterima oleh UNESCO

Lantunan takbir telah berkumandang sejak semalam, “mengapa Ramadan secepat ini pergi dan hanya sebulan menemani umat manusia?”. “Ooo tentu saja karena Ramadan ingin meninggalkan pelajaran bagi kita agar tidak menyiakan waktu dalam bermesraan dengan Tuhan dan tidak menyepelekan bulan yang keramat ini dengan keberkahan Alquran di dalamnya.” Tidak terasa kini

Berbicara soal cinta, cinta merupakan sebuah permainan antara dua pihak. Keduanya bisa sama-sama menang atau kalah. Layaknya sepeda, ketika kita sudah mahir memainkannya di jalan terjal sekalipun, kita dapat berjalan di atasnya. Cinta adalah dialog antara dua aku. Ketika kita memaksakan kehendak dan tidak mau berdialog dengan yang lain, maka

 “Innaa lillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Syekh Ali Jaber wafat di RS Yarsi, Jam 8.30. Mohon do’anya” Tulis Ustaz Yusuf Mansur di akun Instagram pribadinya (@yusufmansurnew) . Beribu komentar duka dari netizen untuk Syekh Ali di Instagram yusuf mansur itu, dan banyak pula yang masih belum percaya dengan wafatnya Syekh

Sejarah Hari Binatang dan Regulasi Perbinatangan    Dilansir dari greeners.co World Animal Day atau Hari Binatang Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Oktober sejak tahun 1931, ditetapkan di Florence, Italia.  Dipilih sebagai Hari Binatang Sedunia karena pada tanggal tersebut diadakan pemberkatan binatang oleh Fransiskus dari Assisi, seorang pecinta alam dan pelindung binatang dan lingkungan.Tujuan

Dialog santri berlangsung pada Selasa (5/11) bersama Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. dan Suhada, ST., MBA., IPM., sebagai pemateri. Acara yang bertemakan “Optimalisasi Media Dakwah Pesantren” di Aula Kompleks G PP Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta dimulai pukul 10.00 WIB. Ada sekitar 50 santri perwakilan dari beberapa kompleks di Al-Munawwir yang menghadiri

Hari lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni, ditandai dengan pidato Ir. Soekarno 1 Juni 1945. “Lahirnya Pancasila” merupakan judul dari pidato Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai / BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya mengenai dasar negara yang dinamai dengan Pancasila. Panca  yang

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ “Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa

Pada tanggal 1 Oktober bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Momen ini tidak terlepas dari rentetan peristiwa 30 September dan pemberontakan separatis yang berupaya mengusik dasar negara Pancasila. Kemudian atas kegigihan para pendahulu pendiri bangsa, Pancasila masih tetap sakti dan berdiri tegak di tengah hiruk pikuk pergolakan yang mengusik bangsa