Tak terasa di tahun 1447 H ini kita telah melewati bulan Rajab (bulannya Allah), sampai saat ini kita berada di bulan sya’ban bulannya Rasulullah SAW. Apakah yang dimaksud dengan bulannya Rasulullah SAW itu? Mari kita simak penjelasan berikut.
Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam karena peristiwa peristiwa mulia yang terjadi di dalamnya. Namun apa yang membuat bulan Sya’ban memiliki title “bulan Shalawat atau bulan Rasulullah SAW”? Sayyid Muhammad bin Abbas bin Alawi Al- Maliki Al- Hasani dalam kitabnya Madza Fi Sya’ban menyebutkan:
أَنَّ الزَّمَانَ يَشْرُفُ بِمَا يَقَعُ فِيهِ مِنَ الْحَوَادِثِ الَّتِي هِيَ الْأَصْلُ فِي إِعْطَاءِ الْقِيمَةِ الِاعْتِبَارِيَّةِ لِلزَّمَانِ وَبِمِقْدَارِهَا يَكُونُ مِقْدَارُهُ وَبِفَضْلِهَا يَكُونُ فَضْلُهُ
Artinya: “Masa atau waktu menjadi mulia sebab peristiwa-peristiwa yang terjadi di waktu itu. Ini menjadi dasar utama untuk memberikan nilai atau harga pada sebuah waktu. Jadi, seberapa mulia kadar peristiwa itu menjadi kadar mulianya sebuah waktu dan seberapa kadar keutamaan peristiwa itu menjadi dasar kadar keutamaan kadar waktunya.”
Berdasarkan hal tersebut, Sayyid Muhammad mengatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW karena pada bulan ini turun firman Allah SWT Q.S Al Ahzab ayat 56 yang memerintahkan untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ayat tersebut berbunyi:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤئكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya:”Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56)
Sayyid Muhammad menyebutkan juga beberapa pendapat ulama yang mengatakan bahwa bulan Sya’ban merupakan bulan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan alasan yang sama. Yakni, bulan Sya’ban adalah bulan diturunkannya ayat di atas. Ulama’ yang dimaksud adalah Ibnu Abi Ashaif Al-Yamani, pendapat beberapa ulama yang dinukil oleh Imam Shibabbudin Al-Qashtalani dalam kitabnya Al-Mawahibul Laduniyah dan Al-Hafizh Ibnu Hajar (Al-Hasani, Madza fi Sya’ban, halaman 25-26).
Baca juga: SYA’BAN BULAN PENUH AMPUNAN: MENGULAS SEJARAH SINGKAT BULAN SYA’BAN DAN MALAM NISFU SYA’BAN
Keutamaan Sholawat
Salah satu dari beribu keutamaan bersholawat ialah akan diberikan 10 kebaikan, dihapus 10 keburukan dan ditinggikan 10 derajat bagi siapa saja yang bershalawat kepada nabi meskipun hanya satu kali, sebagaimana yang tertera dalam hadits sebagai berikut:
أَتَانِي آتٍ مِنْ رَبِّي، عَزَّ وَجَلَّ، فَقَالَ: مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ مِنْ أُمَّتِكَ صَلَاةً، كَتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَمَحَا عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ، وَرَفَعَ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ، وَرَدَّ عَلَيْهِ مِثْلَهَا
“Telah datang utusan dari Tuhanku ﷻ, ia berkata: Siapa dari umatmu yang bershalawat bagimu sekali, maka Allah akan mencatat sepuluh kali kebaikan, menghapus sepuluh keburukan dan meninggikan sepuluh derajat, serta membalas sepuluh kali shalawatnya.” (HR Ahmad)
Di penghujung bulan Sya’ban ini, mari kita tingkatkan ketaqwaan dengan beribadah lebih giat dan bershalawat dengan penuh semangat. Darinya bersholawat sangatlah full power untuk kita dalam mengisi dan menghiasi bulan sya’ban yang mulia ini. Wallahua’lam Bishawwab.
Penulis: Fatta’ah Tri Maulida
Gambar: Pustaka Komplek Q



