Setiap manusia tentu saja punya nilai di setiap tutur katanya, banyak hal yang mengandung makna dalam setiap bait kata yang dilantunkan. Selayaknya nyanyian indah yang mengiri perjalanan mereka yang sudah usai, namun nyatanya perihal menuntut ilmu seharusnya tidak pernah menemui kata usai itu sendiri. Sebagaimana pesan yang dilantunkan oleh Gus Kholid “Sertifikat ilmu agama itu yang mengakreditasi akhirat. Karena Ilmu agama itu hukumnya fardhu ain. Makanya nanti jangan pernah berhenti belajar ilmu agama karena ilmu agama itu tiada habisnya”.
Lantunan tersebut juga tidak hanya disampaikan oleh Gus Kholid, tetapi Pak Agus Najib juga berpesan “Yang namanya ngaji itu tidak pernah selesai dan jangan pernah berhenti meskipun sudah khatam tapi tetaplah mengaji dan menimba ilmu dimanapun berada dan terus dikembangkan sehingga bermanfaat dan berkah dunia akhirat nanti.”
Bentuk lantunan indah itu tidak hanya berisi pesan saja, barangkali bentuknya adalah sebuah doa yang tulus, doa dari para orangtua yang mendambakan ilmu berkah dari anak-anaknya. Atau orangtua yang mengharapkan doa dari guru anak-anaknya, berharap anaknya mendapatkan ridho dari gurunya serta berharap terus mendoakan agar bisa berkiprah di masyarakat.
Baca juga: Tonggak Sejarah Baru MASAGA: Khataman Alfiyah Ibnu Malik dan Imrithi
Selanjutnya, nyanyian ini akan terdengar panjang sekali, tapi kepiawaian dan kekhusyukan beliau membuat semua orang terpana dan tidak bisa berhenti untuk mendengarkan tiap lariknya. Siapa lagi kalau bukan Pak Ikhsan, dalam tuturnya beliau menyampaikan satu hadis dari kitab Ta’lim Muta’allim karya Imam al-Zarnuji yaitu:
إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ مَعَلِ الأُمُرِ اَسْرَفَهْ وَأَكْرَهُ سَفَسِفَهَ
Berdasarkan penjelasan Pak Ikhsan, “Allah itu sangat suka terhadap orang-orang yang mempunyai cita-cita yang tinggi dan mulia. Allah tidak menyukai orang yang mempunyai cita-cita yang rendah”. Untuk itu, beliau berpesan agar muridnya tidak boleh berhenti meraih cita-cita yang tinggi dan mulia. Supaya bisa menjadi kader-kader aswaja yang benar-benar menguasai kitab ulama.
Agar momen ini bukan sekedar menggambarkan simbol lulus saja, tetapi menggambarkan kalau KH. Ahmad Warson Munawwir atau yang kerap dipanggil Mbah Warson oleh para santrinya memang sangat konsen terhadap kualitas setiap santrinya. Selain itu beliau juga berpesan agar wisudawati mau terus belajar, sambil diiringi dengan berlatih olah jiwa dan khidmah, sehingga hal ini yang akan menjadikan hidup menjadi berkah dan sukses.
العِلْمُ بِالتَّعَلُّمْ وَالْعِلْمُ بِتَحَلُّمْ وَالْبَرَكَاتُهُ بِالْحِكْمَةْ
Semoga kita bisa menjalankan langkah demi langkah setiap kalimat dalam memo panjang sebuah wejangan ini, agar nantinya ilmu kita berkah dan senantiasa berarti.
Penulis: Laisa Fikriyatul Muskila
Foto: Arsip Media Komplek Q



