Al Munawwir Komplek Q

Wabah virus corona yang terjadi di Indonesia belum juga berakhir. Penyebarannya yang terjadi sangat cepat mengharuskan kita untuk melakukan physical distancing. Sudah sekitar 2 bulan setengah, masyarakat Indonesia menjalani karantina mandiri dengan selalu berada dirumah saja. Berbagai aktivitas sosial pun menjadi dampaknya, seperti kegiatan belajar mengajar yang seharusnya dilaksanakan di

Dunia sudah tua, dulu ketika masuk bulan Ramadan, syaitan laknattullah yang dikurung. Tapi di Ramadan ini giliran kita yang seakan-akan terkurung di dalam rumah (Habib Quraish Baharun) Menyepakati refeksi singkat dari Habib Quraish Baharun, pelaksanaan Ramadan kali diiringi dengan pandemi virus Covid-19 yang masih menyelimuti dunia. Tentu tak dapat dipungkiri

1/1Di kedalaman matamu air mata tak pernah berbohong,Sesungging senyum yang dijadikan topeng,Untuk menutup samsara pada hatimu,Tentu tak muat juga untuk menutup luka di tubuhmu. 1/2 Mudah saling bersapa,Tentu juga akan mudah jika hanya mengucap selamat tinggal,Setidaknya itu yang telah kita dapatkan dari hidup.Kita seperti dadu yang dijatuhkan ke sembarang tempat,Tanpa tau

Perempuan pertama yang akan dibahas dalam seri ini adalah Siti Aminah, Ibunda Rasulullah SAW. Menurut Qirmani, Allah telah menganugerahkan kepada Aminah berupa wajah yang cantik dan sempurna (cantik lahir batin) serta perempuan paling bijaksana dalam kaumnya,  pandai berbicara, ahli balaghoh (ucapannya mengandung sastra), dan tidak ada perempuan satu pun yang

Pagi yang gaduh. Usai sholat subuh, semua santri berkumpul di mushola, masih lengkap dengan mukenah dan sajadahnya. Terdengar lantunan Surah Yasin yang menggetarkan hati. Pipi-pipi merona itu basah dengan guyuran air mata, begitu pula aku. Air mata ini tak butuh beragam notifikasi untuk jatuh, meluber, kemudian membanjiri pipi dan mukenahku.

Petikan buaian rindu Takkan memudar terbawa arus pilu Kini sedang menunggu Bingkaian cinta permata kalbu Rasulullah Elok namamu kan kokoh Terukir dalam pahatan diri Tak hilang walau waktu tlah pergi Kau sebuah cahaya dari beribu cahaya Manusia terpilih, manusia pengasih Pada siapa saja tanpa pilih kasih Seberapa beruntungnya diri Slalu

Entah sudah berapa kali aku terpaku Oleh tajamnya makna yang hadir di setiap ayat yang kubaca Lembar demi lembar Engkau susun dengan sedemikian indah, Hingga tak dapat lagi hamba-Mu menyanggah Bukan lagi indah, sempurna Keteraturan  dalam setiap kata yang tak membuat goyah Keajaiban dari setiap makna, hingga rahasia di setiap

Dalam hadits yang  diriwayatkan oleh Al-Hakim, disebutkan bahwa: “Berziarahlah ke kubur, karena ia dapat mengingat (kehidupan) akhirat. Rasulullah SAW menziarahi kuburan syuhada’ Uhud  dan kuburan ahli Baqi’. Beliau mengucapkan salam kepada mereka dan berdoa untuk mereka, sebagaimana yang dijelaskan di awal. (HR Muslim, Ahmad  dan Ibnu Majah). Hukum berziarah kubur bagi wanita masih

Yusuf Thoha atau yang lebih akrab disapa Pak Yusuf merupakan salah satu ustaz yang mengajar di Komplek Q. Beliau telah mengajar sejak Komplek Q berdiri. Sebelum Komplek Q berdiri seperti sekarang, hanya ada pengajian Riyadus Sholihin dan Kifayatul Akhyar untuk semua kalangan dan juga belum ada kamar-kamar. Setelah Muktamar NU

K.H. A. Warson Munawwir—pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q—merupakan sosok yang membekas dalam hati banyak orang. Dr. KH. M Habib Abdus Syakur, M. Ag. salah satu yang tidak bisa melupakan kenangan bersama Kiai Warson. Pak Habib Syakur—sapaan akrabnya—merupakan salah satu sosok santri ndalem sedari keluarga Kiai Warson masih tinggal di