Pembukaan Program Kegiatan Ramadan 1444 H

Diposting pada 185 views

Menjelang datangnya bulan Ramadan, Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q Krapyak Yogyakarta kembali mengadakan Program Khusus Ramadan (PKR) seperti tahun-tahun sebelumnya. Pembukaan PKR 1444 H dilaksanakan pada Rabu malam Kamis, 23 Sya`ban 1444 H atau bertepatan dengan 15 Maret 2023 M bertempat di Musala Barat Komplek Q.

Dimulailah acara dengan dipandu oleh pembawa acara Zada Arifah yang kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hibatul Wafiroh. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, yang pertama disampaikan oleh Nala Ikfina selaku ketua panitia. Dalam sambutannya ia menyampaikan harapan semoga para santri komplek Q dapat menggunakan waktu selama Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat seperti zikir, mengaji, dan tidak tidur pagi.

Sambutan yang kedua oleh Reni Wahyuni selaku Ketua Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q, menuturkan bahwa PKR adalah program khusus untuk seluruh santri yang berada di pondok untuk mengisi kegiatan Ramadannya agar lebih bermakna dan berisi ibadah. Jika biasanya hanya pulang-pergi kuliah, maka selama Ramadan ini full mengaji sejak pagi hingga malam hari. Sebelum berangkat kuliah mengaji dulu, sesudah kuliah mengaji lagi, dan jika tidak ada kuliah juga diisi dengan mengaji.

Dan sambutan terakhir oleh pengasuh tepat pada pukul 20.53 WIB, Dr. Kholid Arif Rozaq, S.Hut., M.M. atau yang biasa dikenal sebagai Gus Kholid selaku perwakilan pengasuh membuka rangkaian kegiatan PKR 1444 H secara simbolis.

Baca Juga:  PKR 1443 H. Resmi Dibuka

Program Khusus Ramadan (PKR) kali ini mengusung tema “Puasaku totalitas, Ramadanku berkualitas, Bandonganku tuntas!” Sedikit berbeda dengan PKR di tahun-tahun sebelumnya, pembukaan PKR 1444 H ini tidak dilaksanakan di tanggal 1 Ramadan, melainkan di sekitar H-7 Ramadan. Harapannya adalah para santri dapat mengaji selama tepat 20 hari dan dapat mengkhatamkan kitab-kitab yang akan dikaji di PKR tahun ini. Adapun salah satu yang istimewa dari PKR di Komplek Q adalah di saat salat tarawih, surat yang dibaca bukan hanya surat pilihan dari Juz 30, melainkan khataman mulai dari juz 1 hingga juz 10.

Dalam acara pembukaan PKR 1444 H kali ini terdapat mauidhoh hasanah dengan pembicara oleh bapak H. M. Ikhsanudin, M.SI. Beliau terlihat bersemangat mengetahui tema PKR 1444 H yang menurut beliau sangat keren. Meski baru saja pulih setelah sempat drop sepekan yang lalu, beliau berusaha untuk hadir pada malam ini untuk menyampaikannya. Selama kurang lebih 40 menit Pak Ikhsan memberikan begitu banyak ilmu dan nasihat kepada para santri sebagai pasokan semangat dalam menjalani PKR 20 hari ke depan.

Di akhir mauidhoh-nya, Pak Ikhsan menambahkan pesan kepada para santri bahwasanya yang harus dimaksimalkan di pondok ada dua, yakni ngaji qur‘an dan ngaji kitab. Dimana di samping target mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tarawih dan kitab-kitab bandongan, santri jika mampu dapat menambah target untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dan kitab-kitab lain di luar jadwal PKR.

Beliau juga menambahkan tips untuk menambahkan semangat dalam mengaji. Yakni dengan membaca manaqib atau kisah hidup dari para ulama. Dimana para ulama di sepanjang hidupnya tak pernah ada waktu yang terbuang percuma.

Yang terakhir, beliau menuturkan bahwa semasa usia para santri hingga 30 tahunan adalah masa dimana fisik itu kuat. Relatif tidak punya lelah. Beliau berkisah di masa muda beliau berisi kegiatan yang begitu padat. Tidur hanya sebentar setelah jemaah subuh sebelum mengaji lagi di pagi harinya. Terkadang beliau mengantuk ketika memaknai kitab sehingga jika dapat diambil kesimpulan ketika membuka kitab-kitab lama beliau, ada makna-an yang tercoret agak jauh, berarti ngajinya sedang mengantuk.

Baca Juga:  Bulan Ramadhan: Menyambut Bulan Penuh Berkah

“Kenangan indah di pondok adalah salah satunya ngaji ngantuk.” Begitu ujarnya. “Ngaji itu dinikmati. Seberat apapun, se-ngantuk apapun, jangan tidur di kamar. Minimal tidur di Musala Barat, di Musbar supaya mendapat berkahnya mendengarkan ngaji.”

Pada akhirnya, beliau mengajak, “Mari kita sambut Ramadan sesuai dengan slogan tadi, ‘Puasaku totalitas, Ramadanku berkualitas, bandonganku tuntas!’” Kemudian acara ditutup dengan doa penutup oleh beliau, yang mudah-mudahan dianugerahi oleh Allah umur yang panjang barokah, sehat wal afiyat, kemampuan untuk berpikir yang baik, dan kemampuan untuk istikamah ngaji dan beribadah.

 

Oleh: Salsabila Amany Putri

Foto: Dokumentasi pribadi