Dunia sudah tua, dulu ketika masuk bulan Ramadan, syaitan laknattullah yang dikurung. Tapi di Ramadan ini giliran kita yang seakan-akan terkurung di dalam rumah (Habib Quraish Baharun) Menyepakati refeksi singkat dari Habib Quraish Baharun, pelaksanaan Ramadan kali diiringi dengan pandemi virus Covid-19 yang masih menyelimuti dunia. Tentu tak dapat dipungkiri bahwa pandemi ini berdampak bagi seluruh lini

Kesiur angin putih sepertiga malam Menambah syahdunya malam Ramadan Entah mengapa melihat purnama pun terasa damai merasuk jiwa Berjalan hingga shubuh, matahari terbit hingga tenggelam Manusia memang dituntut ikhlas Ikhlas menjalani hidupnya Pun menerima takdirnya Sekali dua kali manusia memang harus ditampar Agar sadar akan perbuatannya Ramadan 1441 H Siapa yang tak gembira dapat berjumpa Ramadan Manusia

Waktu silih berganti, pun dengan Ramadan yang akan segera pergi. Tak terasa telah di penghujung bulan Ramadan. Biasanya menjelang Syawal, orang-orang mendatangi makam sanak keluarganya untuk mendoakan orang tua dan sanak saudara yang telah mendahului. Nyekar, begitulah orang Jawa menyebutnya. Nyekar merupakan tradisi Jawa untuk pergi mendatangi makam keluarga dan leluhurnya sehari sebelum hari raya Idulfitri sekitar

Jumlah kasus virus corona seiring bertambahnya hari semakin bertambah banyak, di Indonesia sendiri, kasus yang sudah menyentuh 8.221 (24/4). Untuk itu, pemerintah mengajak masyarakat memaksimalkan ibadah puasa Ramadan di dalam rumah saja. Tidak sedikit dari kita yang merasa bosan dan jenuh dengan kegiatan yang itu-itu saja selama adanya himbauan untuk di rumah saja. Jangan sampai bulan Ramadan