Jangan jadi orang yang berdoa terus tidur. Hanya berdoa setelah itu tidak melakukan usaha apapun untuk mencapai tujuan.

Kita pasti sering mendengar ungkapan “ucapan adalah doa” atau “jika kamu yakin kamu bisa, maka kamu akan bisa” “if you think you can, you can” atau dalam redaksi lain “you can if you think you can” ungkapan-ungkapan tersebut setidaknya memiliki makna yang serupa dengan The Law of Attraction. The Law of Attraction (LoA) atau hukum ketertarikan (tarik-menarik) artinya apa yang kita pikirkan, adalah apa yang akan ditarik dan hadir ke dalam kehidupan kita. Jika pikiran kita negatif, maka yang terjadi adalah negatif. Jika kita berpikir positif maka yang terjadi akan baik pula.

Hubungannya dengan impian atau cita-cita, terdapat 6 langkah agar impian kita terwujud menggunakan The Law of Attraction:

  1. Mintalah apa yang kita inginkan

Dalam Islam memiliki arti yang sama dengan “doalah!” atau dalam istilah lain “mimpilah!”. Jangan pernah takut untuk bermimpi akan suatu hal yang besar. Impikanlah yang besar-besar. Jika dalam hidup kita hanya mengalir mengikuti arus, tidak memiliki suatu visi atau tujuan yang besar, hidup akan biasa-biasa saja. Maka, ya hanya sampai situ saja hidup kita, karena tidak ada yang diimpikan. Padahal boleh jadi sebenarnya kita mampu menggapainya.

  1. Percayalah doa kita akan terwujud

Kita harus yakin bahwa impian, harapan, dan doa kita akan terwujud. Jika setengah-setengah, bagaimana Allah akan mengabulkan do’a kita? Wong kitanya saja nggak yakin. Contoh: berdoa agar mendapat jodoh santri yang tampan, alim, ahli Al-Qur’an, bisa bica kitab kuning. Namun pikiran kita sendiri yang mengelaknya, “tapi, apa mungkin, ya? ‘kan saya cuma perempuan biasa, nggak cantik-cantik amat, nggak terlalu pintar, hafalan Al-Qur’an masih sedikit, cuma bisa baca kitab rembyak. Pikiran kita sendiri yang membatasi impian kita. Maka kita harus yakin impian kita akan terwujud, tidak ada yang tidak mungkin atas kehendak Allah.

  1. Siapkan diri kita untuk menerima impian yang kita minta

Ciptakan diri kita sebagai orang yang pantas menerima impian itu. Contoh: ingin menjadi mahasiswa terbaik dan lulus tercepat di kampus, maka harus siapkan diri untuk menjadi mahasiswa terbaik itu dengan belajar, siapkan diri. Jika kita tidak siap, impian itu tidak akan hadir. Jika seperti contoh sebelumnya, ingin mempunyai suami yang alim, tampan, sholeh, maka kita harus siapkan diri menjadi perempuan yang pantas mendapat suami yang alim, tampan, dan sholeh. Diri kita ibarat wadah untuk impian-impian kita. Ibarat impian adalah air, maka kita adalah wadah yang menerima. Jika ada air namun tidak ada wadah yang menampungnya, maka impian kita akan lewat begitu saja. Barangkali ada doa kita yang terkabul, namun kita belum siap menerima, kita tidak punya wadah untuk menerima pengabulan doa dari Allah.

Baca Juga:

  1. Visualisasikan dan imajinasikan impian kita

Hadirkan, bayangkan keberhasilan yang kita inginkan dalam pikiran kita. Imajinasikan impian kita saat berdo’a, untuk menambah kesungguhan dalam berdoa. Contoh: ingin masuk kampus favorit A, maka bayangkan dan visualisasikan, misalnya dengan menempel gambar-gambar kampus di meja belajar, menatapnya dengan penuh harap, bersholawat kepada Rasulullah sebagai washilah agar terkabul doa kita diterima di kampus A.

  1. Bersyukurlah

Orang yang menerima keadaan hari ini, adalah orang yang siap menerima anugerah selanjutnya. Orang yang tidak terima dengan keadaan hari ini, maka tidak siap menerima anugerah selanjutnya. Kalau belum puas dengan yang sekarang, maka tidak akan ditambah, karena belum selesai dengan yang sekarang, masih protes dengan yang sekarang. Jadilah pribadi yang bersyukur, dan berharap kepada Allah untuk diberi anugerah-anugerah selanjutnya.

  1. Rencanakan dan usahakan langkah-langkah menuju impian kita

Orang yang fokus dan serius pada impiannya maka akan punya aksi untuk mewujudkan impian tersebut. Ini sifatnya otomatis. Sama halnya seperti jika kita mencintai seseorang, maka kita akan melakukan hal-hal untuk orang yang kita cintai. Breakdown langkah-langkah yang harus kita lakukan agar dapat mencapai apa yang kita citakan. Jangan jadi orang yang berdoa terus tidur. Hanya berdoa setelah itu tidak melakukan usaha apapun untuk mencapai tujuan. Ingin menjadi penghafal Al-Qur’an, maka harus melakukan apa untuk mencapainya? Harus nderes, setoran, murojaah, halaqoh, hafalan, dan sebagainya. Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara kontinu akan semakin mendekatkan kita dengan apa yang kita citakan.

Jika sudah melakukan hal-hal tersebut, maka Allah, alam semesta akan memberikan anugerahnya untuk mewujudkan keinginan kita, Aamiin.

Oleh: Hanin Nur Laili

Referensi:

Jangan Jadi Orang yang Berdoa, Terus Tidur, Dr. H. Fahrudin Faiz, S.Ag., M.Ag.

Seni Meminta dan Menerima

Photo by Designecologist from Pexels

Leave a Comment