Kiai Hasan Abdul Wafi, Sosok Pencipta Shawalat Nahdliyah

Posted on 13 views

Shalawat Nahdliyah yang sudah sering kita dengar terutama di kalangan Nahdlatul Ulama, merupakan ciptaan Kyai Hasan Abdul Wafi dari Probolinggo. Beliau lahir di Madura, tahun 1923, dari pasangan KH. Miftahul Arifin ibn Kiai Hadu dan Nyai Lathifah binti Kiai Jamaludin ibn Kiai Ruham. Mempunyai istri bernama Nyai Aisyah binti Zaini Mun’im.

Kyai Hasan memiliki sanad keilmuan yang panjang, berkelana dari pesantren ke pesantren lain. Awalnya, beliau belajar kepada orang tuanya. Namun, setelah orang tuanya wafat, beliau melanjutkan belajar ke pesantren Banyuanyar yang diasuh oleh KH Abdul Madjid. Setelah itu, beliau melanjutkan ke sebuah pesantren di Sidoarjo di bawah asuhan KH Sahlan selama dua tahun, kemudian melanjutkan lagi ke Pondok Pesantren Darul Ulum Paterongan Rejoso Jombang yang diasuh oleh KH Ramli Tamim.

Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta juga menjadi salah satu tempat belajar Kyai Hasan. Di Ponpes Krapyak yang masih kuat tradisi al-Qur’annya ini beliau mendapatkan suasana yang berbeda dengan pesantren-pesantren sebelumnya. Di sini ditekankan pada bidang fikih dan tasawuf.

Di Krapyak, Kyai Hasan  melengkapi ilmunya dengan mempelajari ilmu-ilmu qiraat langsung kepada induknya, sang ahlul Qur’an. akan tetapi, apakah beliau selama di ponpes Krapyak bertemu dengan Kyai Munawwir atau tidak, Wallohu’alam.  Setelah dari Krapyak, beliau melanjutkan belajar kepada Kyai Zaini mun’im, di pondok pesantren Nurul Jadid.

Kyai Hasan  berkonsentrasi pada berbagai upaya untuk menjadikan NU sebagai media dakwah untuk mengedukasi masyarakat. Beliau menyampaikan ajaran ahlussunah waljamaah dengan berkeliling dari desa ke desa lain. Beliau juga memiliki semboyan yang paling terkenal yaitu harus mempunyai pengetahuan setara dengan S2, yaitu Sullam Safinah. Selain berkeliling, beliau juga aktif mengikuti bahtsul masail NU, dari tingkat PCNU sampai PWNU bahkan Munas dan Muktamar NU.

Beliau sangat dikenang seagai orang yang alim terutama dalam bidang fikih, serta mempunyai komitmen ke NU-an yang cukup kuat. Salah satunya tercermin dalam shalawat yang beliau ciptakan, shalawat Nahdliyah yang sudah dilantunkan di mana-mana.

Sumber: bangkitmedia.com. yang ditulis oleh Dr KH Abdul Moqsith GhazaliLBM PBNU

Oleh: Iqna

Gambar: https://twitter.com/netizen_nujatim/status/1200097823166873600?lang=he