Pernahkah kamu merasa kesulitan dalam mengerjakan sesuatu, kemudian menyerah? Lalu setelah itu kamu mengucapkan kalimat yang senda dengan, “Ah sudahlah, itu sangat sulit, aku tidak mungkin bisa menyelesaikannya”.  Jika pernah, berarti kamu sudah pernah mengalami pesimis karena kamu tidak yakin dan meragukan kemampuan yang dimiliki oleh dirimu.

Dalam menjalani kehidupan yang penuh lika-liku ini, sebenarnya semua orang tentu pernah mengalami perasaan pesimis terhadap dirinya. Pada dasarnya, manusia memiliki keterbatasan sehingga akan menjadi hal yang normal dan wajar jika semua orang pernah merasakan pesimis. Namun, akan menjadi hal tidak wajar jika sikap pesimis yang kamu rasakan itu bersifat berlebihan hingga kamu sering berpikiran dan bereaksi negatif setiap kali berhadapan dengan situasi atau permasalahan baru. Tentunya, ini juga akan memberi dampak kurang baik bagi keberlangsungan hidup kamu ke depannya. 

Ketika merasa pesimis, kamu akan sering beranggapan bahwa banyak hal yang tidak mungkin bisa kamu lakukan atau ada harapan yang tidak mungkin bisa kamu capai. Padahal tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika Allah menghendaki. Hal ini sesuai dnegan firman Allah  dalam Q.S Ar Ra’d ayat 11:

 …..ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمۗ

Artinya:

“….. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. …..”

Penjelasan dari potongan ayat di atas yaitu, sesuatu yang ingin kita dapatkan tidak akan tercapai jika kita tidak berikhtiar. Jadi, kita harus yakin bahwa semua keinginan itu akan memungkinkan untuk kita raih jika kita berusaha.

Sesuatu yang kamu anggap tidak mungkin bisa kamu raih dan akan bisa, menjadi mungkin ketika kamu melakukan beberapa cara ini:

Yakin dan Percaya

Yakin dan percaya itu tidak bisa dipisahkan. Kalau  kamu hanya yakin tapi tidak percaya, maka kamu tidak akan bisa. Contohnya, Meski kamu sudah meyakinkan diri dengan mendengarkan motivasi setiap pagi dan malam, kalau kamu tidak percaya, maka tidak ada gunanya. Kepercayaan itu munculnya dari dalam diri, bukan dari luar. Meskipun kamu berkata, “Yes, aku pasti bisa..!” Tetapi kalau kamu tidak percaya, tidak akan bisa. Trust me!

Berusaha

Seperti yang tertera pada penggalan ayat yang tadi, sebagai manusia kita wajib berusaha untuk mendapatkan apa yang kita mau. Karena harus ada perjuangan untuk meraih suatu kemungkinan. 

Berdoa

Jika hanya berusaha namun tidak berdoa, itu adalah tanda orang yang sombong. Karena dia seakan-akan sudah bangga dengan usahanya sendiri sehingga lupa akan Allah yang telah memberinya kemudahan dalam berusaha. Maka berdoalah pada saat sebelum dan sesudah berusaha.

Napoleon Bonaparte berkata, “Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin.”

Nah, dengan beberapa cara tersebut, kemungkinan-kemungkinan yang kita anggap tidak mungkin insyaallah akan tercapai pada saatnya nanti. Yang terpenting, sebagai manusia kita sudah mau berusaha semampu kita, selebihnya serahkanlah kepada Sang Pencipta.

Oleh : Fatkhia Lina R

Sumber:

https://www.idntimes.com/life/inspiration/dewinner93/penyebab-seseorang-merasa-pesimis-dalam-menjalani-hidup-c1c2/2

http://successbefore30.co.id/bagaimana-mengubah-yang-tidak-mungkin-menjadi-mungki

Foto: merdeka.com

Leave a Comment