Pada suatu hari disuatu pondok ternama di Jawa Timur yang cukup terkenal memiliki peraturan yang ketat terhadap santri santrinya. Salah satu peraturannya ialah wajib memakai “Mukenah Putih Terusan”.

Pada suatu hari ada santri… Sebut saja “Mawar”. Dia telat sholat berjamaah karena antre kamar mandi. Itulah alasan yang diungkapkannya ketika pengabsenan.

Mendengar iqomah telah berkumandang dan melihat masjid sudah penuh, dengan sigap dia lari bagai sang kuda di medan peperangan. Karena terburu-buru, tanpa ia sadari terlemparlah sandalnya yang kanan ke arah dapur dan yang kiri di depan pintu utama. Kemudian dia lari dan menjadi makmum masbuk. Dengan tergesa-gesa dia bertanya kepada salah satu jama’ah,

“yang mana imamnya?”, tanya Mawar tak sabaran.

“yang putih”, jawab seseorang yang ditanya, kemudian ia tergesa-gesa untuk melakukan sholat.

Tanpa basi basi dan tanpa tengok kanan kiri, Mawar langsung mencari kesemua penjuru arah dari pojok ke pojok, dengan mata yang disipit-sipitkan, dipelototin, hingga didiamin. Tidak juga dia temukan yang mana imamnya.

Ketika diam, Mawar mencoba mencerna jawaban yang diucapkan tadi.

mukenah putih?”

Dan ternyata dia baru sadar kalau semua jamaah sholat memakai mukenah putih. Alhasil karena terlalu lama mencari posisi imam, sholat jama’ah sudah selesai. Akhirnya Mawar melakukan sholat sendiri.

Leave a Comment