Apa kabar bumi? Tentu kita akan menjawabnya “bumi sedang sakit, bumiku berduka”. Saat ini bumi sedang dalam ancaman krisis ekologis yang mengakibatkan bencana ekologis. Di Amerika Serikat, badai salju datang silih berganti menebar kerusakan di sejumlah negara bagian. Australia mengalami bencana kebakaran hutan paling dahsyat sepanjang sejarah dan menewaskan hampir satu miliar tanaman dan satwa. Di Indonesia, bencana banjir dimana-mana hingga ke penjuru negeri bahkan gunung berapi telah erupsi memuntahkan material-material yang ada di dalamnya. Tidak hanya krisis ekologis, pandemi Covid-19 pun melanda berbagai penjuru dunia yang menyebabkan angka kematian hingga ratusan ribu jiwa.

Tepat tanggal 22 April, diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia untuk mengingatkan seluruh masyarakat dunia agar selalu menjaga dan berkontribusi dalam menyelamatkan bumi yang kita tinggali dengan memberikan kasih sayangnya. Hal ini dilakukan agar bumi lekas pulih dan menampakkan keceriaannya kembali. Di Hari Bumi 2020 yang sedang dilanda pandemi, kita tidak bisa melakukan gotong royong membersihkan lingkungan dan menggelar aksi bersih bumi bersama komunitas peduli lingkungan. Meskipun demikian, banyak cara yang dapat kita lakukan di rumah dengan tetap peduli dan mampu melindungi bumi kita. Tidak harus dengan langkah yang besar, kita bisa mulai menjaga lingkungan dengan cara sederhana di rumah. Hasilnya mungkin tidak akan langsung terlihat. Namun, jika kebiasaan baik ini dilakukan terus secara konsisten, maka akan menciptakan bumi yang lebih sehat untuk kehidupan generasi penerus kelak. Cara-cara tersebut antara lain;

1. Menanam pohon di rumah

Pohon berguna untuk memberikan oksigen dan udara segar bagi manusia, serta sebagai sumber makanan. Kita bisa memulainya dengan menanam tanaman hias atau tanaman yang bisa ditanam dalam media pot yang benihnya dapat kita beli secara online. Selain itu, menanam pohon bisa dilakukan bersama keluarga agar tidak jenuh selama di rumah dengan hal yang itu-itu saja.

2. Mengolah sisa sampah organik menjadi pupuk kompos

Sisa sayuran dan buah bisa kembali dimanfaatkan untuk menjadi pupuk kompos. Pupuk tersebut dapat menyuburkan pohon yang ditanam untuk memperingati Hari Bumi. 

3. Mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan berguna

Kegiatan mendaur ulang sampah dapat menjadikan kesenangan tersendiri untuk menciptakan bahan yang awalnya tidak berguna menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali dengan berbagai kreativitas. Sehingga selama pandemi berlangsung kita tetap produktif.

4. Membatasi penggunaan air

 Membatasi penggunaan air juga baik untuk menjaga cadangan air bersih dan mengurangi aliran air kotor atau limbah-limbah yang dapat merusak lingkungan. kita bisa memulainya dengan tidak terus menyalakan keran air saat mandi dan hanya menyalakannya saat akan digunakan saja.

5. Hemat listrik

Menghematpenggunaan listrik selain bisa mengurangi biaya yang harus dibayarkan, juga dapat menjaga bumi. Dengan mengurangi penggunaan energi listrik, maka asap beracun yang dihasilkan oleh tempat pengolahan energi listrik bisa berkurang. Asap serta cara pengolahan energi listrik secara keseluruhan dapat merusak lingkungan dan sumber daya alam di sekitarnya. Sehingga untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi, kita bisa memulainya dengan mematikan lampu dan alat elektronik di siang hari dan mematikan kembali listrik jika sudah tidak digunakan.

Oleh : Fina Izzatul Muna

Foto: Noah Buscher on Unsplash

Leave a Comment