Pada gelaran peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, Pondok Pesantren Al Munawwir Komplek Q, Krapyak Yogyakarta menggelar upacara. Upacara dilaksanakan di halaman pondok pusat, pada Minggu, 21 Oktober 2018. Pada upacara kali ini, Kepala Polisi Sektor Sewon Komisaris Polisi Paimun, S.H. bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan kali ini, kapolsek

Yusuf Thoha atau yang lebih akrab disapa Pak Yusuf merupakan salah satu ustaz yang mengajar di Komplek Q. Beliau telah mengajar sejak Komplek Q berdiri. Sebelum Komplek Q berdiri seperti sekarang, hanya ada pengajian Riyadus Sholihin dan Kifayatul Akhyar untuk semua kalangan dan juga belum ada kamar-kamar. Setelah Muktamar NU

Salah satu tema yang diusung dalam Muktamar Pemikiran Santri 2018 adalah Pesantren, Women Ulama, and Social Trasformation : Challenges and Prospects. Diskusi yang dilaksanakan pada Kamis, 11 Oktober 2018 ini dihadiri 3 dari 4 narasumber yang sudah ditetapkan. Acara ini berlangsung di Aula G Pondok Pesantren Krapyak.  Ketiga narasumber tersebut

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah Hari Santri Nasional (HSN) untuk tahun ini. Menjelang peringatan HSN 2018, panitia mengadakan grebeg santri sebagai salah satu rangaian kegiatan. Grebeg ini berupa pawai santri yang di ikuti oleh 33 pondok pesantren se-DIY. Masing-masing pondok pesantren akan menampilkan sesuai dengan tema

Ada yang menarik dari tim paduan suara pada peringatan upacara hari santri nasional tahun ini. Tim paduan suara yang berisi sekitar 16 santri ini terbilag terbentuk secara mendadak. Bagaimana bisa dikatakan mendadak? Nova Aliyatul, salah satu anggota tim paduan suara mengungkapkan, bahwa dua minggu sebelum upacara, Sidiq, Koordinator Divisi Sosial

Syekh Bilal dalam diskusi panel Muktamar Pemikiran Santri dengan tema Pesantren, Women Ulama, and Social Trasformation : Challenges and Prospects memaparkan berbagai faktor melemahnya masyarakat Muslim di mata Barat. Menurut Syekh Bilal ada faktor internal dan eksternal yang menjadikan Islam moderat menjadi Islam yang begitu menakutkan. Beberapa faktor internal tersebut

  • 1
  • 2