Pernahkah kita bertanya-tanya siapakah yang pertama kali mencetuskan dan mendirikan sebuah Universitas? Pernahkah kita berusaha untuk mencaritahunya? Kita yang belum mengetahuinya sepintas akan berpikir bahwa orang bangsa Eropa atau bangsa Barat lah yang mendirikan sebuah universitas. Tahukah bahwa seseorang yang mencetuskan dan mendirikan universitas bukanlah dari golongan orang Eropa atau bangsa Barat yang telah kita akui keilmuannya, melainkan berasal dari seorang perempuan muslim dari kota Fes. Beliau adalah Fatimah Al-Fihri, putri dari Muhammad al Fihri yang merupakan seorang saudagar kaya dan sukses dari kota Tunisia yang berimigrasi ke kota Fes, Maroko.

Beliau lahir di Tunisia pada tahun 800 M. Merupakan perempuan keturunan bangsawan dan memiliki strata sosial yang tinggi. Selain Fatimah, Muhammad al Fihri juga memiliki putri yang lain bernama Maryam. Fatimah dan Maryam memiliki visi, misi dan semangat yang sama, yaitu memajukan masyarakat di kota tersebut. Keluarganya dikenal sebagai saudagar kaya dan mengedepankan agama. Hal tersebut tertanam dalam diri Fatimah dan Maryam.

Sepeninggal ayahnya, mereka mendapatkan warisan yang cukup banyak. Mereka memilih untuk mewakafkan hartanya untuk membangun masjid, agar harta orang tuanya dapat senantiasa bermanfaat dan pahala yang terus mengalir. Fatimah membangun masjid yang dinamakan al-Qarawiyyin dan Maryam membangun masjid al-Andalus, di Spanyol. Dua masjid ini kemudian bertransformasi menjasi sebuah universitas. Fatimah tidak hanya mendirikan saja, namun beliau juga ikut andil dalam pemilihan lokasi yang strategis sampai arsitektur bangunannya. Fatimah juga berpuasa selama pembangunan sebagai bentuk tirakat demi suksesnya pembangunan. Pembangunan masjid berlangsung selama 2 tahun tepatnya dari tahun 859-861, dan pada tahun 861 masjid megah al-Qarawiyyin telah berdiri dengan tegak dan beroperasi.

Dalam catatan Guinnes World Records pada tahun 1998 Universitas Al-Qarawiyyin ditempatkan sebagai universitas pertama dan tertua di dunia yang memberikan gelar bagi para lulusannya. Pada awalnya dilakukan aktivitas diskusi yang dilaksanakan di sekitar masjid. Materi yang diajarkan dan dibahas dalam diskusi beragam, tidak hanya perihal agama, tetapi juga di bidang ilmu pengetahuan lainnya. Universitas Al-Qarawiyyin dianggap sebagai pusat intelektual utama di Mediterania. Tidak hanya dari kalangan muslim, disini juga terdapat banyak pelajar atau mahasiswa beragama non muslim yang mengenyam pendidikan. Dan Universitas ini telah banyak meluluskan sosok pemikir dan ilmuwan Muslim terkemuka.

Fatimah Al-Fihri meninggal pada tahun 880 M, di usia yang mencapai 80 tahun. Fatimah dapat memberikan pengaruh kuat terhadap peradaban Islam bahkan dunia. Fakta yang dihadirkan oleh sosok Fatimah ini, akan membantah semua stigma buruk yang menganggap perempuan Muslim adalah perempuan yang tertekan atau tertindas dan tidak mampu berbuat apapun.

Sumber:

Oleh: Eka Novitha Utami

Foto: merdeka.com

Leave a Comment