Waktu silih berganti, pun dengan Ramadan yang akan segera pergi. Tak terasa telah di penghujung bulan Ramadan. Biasanya menjelang Syawal, orang-orang mendatangi makam sanak keluarganya untuk mendoakan orang tua dan sanak saudara yang telah mendahului. Nyekar, begitulah orang Jawa menyebutnya. Nyekar merupakan tradisi Jawa untuk pergi mendatangi makam keluarga dan leluhurnya sehari sebelum hari raya Idulfitri sekitar tanggal 29 atau 30 Ramadan. Nyekar berbeda dengan ziarah kubur yang dilakukan pada Kamis sore atau Jumat pagi—yang hanya datang dan mendoakan saja. Nyekar berasal dari kata sekar yang artinya bunga, sehingga biasanya peziarah ke makam membawa bunga tabur untuk ditaburi di atas makam dan juga bersih-bersih di area pemakaman.

Namun, nyekar tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dunia sedang dilanda wabah pandemi Covid-19, khususnya di Indonesia banyaknya kasus terus meningkat. Sehingga himbauan dari pemerintah sebagai langkah preventif penyebaran virus tersebut untuk tetap melakukan aktivitas di rumah saja, termasuk ziarah kubur. Karena termasuk maqasid syari’ah- hifdz nafs lebih penting daripada akan mencelakai diri sendiri dan orang lain akibat virus tersebut yang menyebar begitu cepat. Meskipun tidak mendatangi langsung ke pemakaman, tetapi dengan alternatif hanya bisa mendoakan orang tua dan leluhur dengan tetap di rumah saja, tidak akan mengurangi sedikitpun nilai pahala yang didoakannya. Hanya saja tempatnya yang berbeda.

Mungkin sebagian orang ada yang bersikeras untuk tetap nyekar ke pemakaman karena dirasa belum afdhol jika tidak mendatangi makam langsung. Meskipun demikian, harus tetap memperhatikan aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu dengan tetap menggunakan masker, memakai handsanitizier ataupun cuci tangan. Apakah nyekar tetap dilakukan langsung ke makam ataukah diganti dengan mendoakan di rumah saja tergantung dari kondisi masing-masing daerah yang terpapar virus tersebut. Sehingga diharapkan dengan adanya kebijakan yang diambil menjadi preventif penyebaran virus dan tetap aman serta pandemi berlalu dan keadaan menjadi normal kembali.

Oleh: Fina Izzatul Muna

Foto: muslimarket.com

Leave a Comment