segala sesuatu ada porsinya

Segala Sesuatu Ada Porsinya

Diposting pada 42 views

Hari Selasa. Pagi-pagi sekali aku berangkat sekolah karena piket kelas, walaupun aku tidak terbiasa untuk bangun pagi dan tentunya selalu dimarahi ibu karena kesiangan. Sesampainya di sekolah, aku membersihkan kelas 11B dengan teman-teman lainnya. Setelah itu teman-temanku berdatangan satu-persatu, sekitar 5 menit sebelum pelajaran dimulai semua siswa telah masuk kelas.

Beberapa siswa mempersiapkan alat tulis untuk Ujian Akhir Semester. Saat pengumpulan jawaban ujian, para siswa dikagetkan oleh suara jatuhnya seorang siswi dan pingsan seketika. Dia adalah Fira, sahabatku. Aku tidak sempat melihatnya karena sibuk membaca materi yang belum dibaca. 

Baca Juga:  Impian dan Harapan
   

Fira dibawa ke UKS oleh teman-temanku. Aku menghampiri Fira saat istirahat di UKS, ia yang hanya duduk termenung, entah apa yang ada dipikirannya. Kutanyakan kepadanya “Kau tak apa?’, ia hanya menggelengkan kepalanya dan matanya mulai berair. Fira menangis tersedu-sedu, ia menceritakan bahwa orang tuanya yang mengadopsinya dari bayi, dan akan selalu merasa bersalah jika nilainya jelek.

Ia hanya ingin membuat keduanya bahagia sebagai balasan telah mengadopsinya. Fira menghabiskan waktu makan dan tidurnya untuk belajar dan karena itulah ia pingsan saat pengumpulan jawaban. Sebagai temannya aku baru mengetahui kenapa ia selalu ambis disemua pelajaran.  

Baca Juga:  Merepih Mimpi

“Fir, kamu tahu jika minuman yang terlalu banyak gula akibatnya tidak baik bukan?” Fira hanya terdiam.  “Kamu boleh ambis dalam belajar, tapi tubuhmu juga butuh waktu untuk makan dan istirahat. Hanya itu yang perlu kamu lakukan untuk membahagiakan orang tuamu. Segala sesuatu ada porsinya.” Ujarku padanya. 

“Makasih, Ra. Kamu memang sahabat terbaik” jawabnya. 

Setelah itu kami memutuskan untuk belajar bersama di perpustakaan besok sore.

Oleh : Qisthina  

Photo by Nikhita S on Unsplash