Pengurus Pondok Pesantren Al Munawwir Komplek Q adakan outbound bersama Pengurus Madrasah Salafiyah III. Outbound dilaksanakan pada Minggu, 2 Desember 2018 di Sigong Outbound Camping Area, Purwo Binangan, Pakem, Sleman.

Dengan mengendarai dua mobil (mobil brimob dan bus mini), pengurus tiba di lokasi kegiatan pada pukul 09.30. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00. Total ada 90 pengurus yang mengikuti acara ini.

Untuk membuka acara, panitia meminta setiap kelompok untuk menampilkan yel-yel masing-masing. Dengan penuh kekreatifan, peserta menampilkan yel-yel yang unik nan asyik, bahkan hingga mengundang tawa peserta lainnya.

Pada sesi pertama, ada 4 games yang harus dilalui oleh peserta outbound. Game pertama, perwakilan peserta dari setiap kelompok, mengikat sebuah balon di kaki. Kemudian peserta memasuki area yang sudah disediakan. Dalam area tersebut, peserta harus mempertahankan balon di kaki supaya tidak meletus atau diletus oleh lawan.

Memasuki game kedua, yaitu ular keket. Game yang sempat viral di beberapa media sosial ini dimainkan. Dengan ketelitian serta kecepatan, peserta beradu dalam game ini untuk menjadi pemenang.

Game ketiga, dengan ditutup mata dan satu orang sebagai komando mencari bendera yang sudah disebar oleh panitia. Tampak kericuhan karena menubruk lawan maupun kawan. Walaupun begitu, peserta tampak senang mengikuti permainan ini.

Game terakhir, setiap kelompok beradu dalam sebuah permainan bertajuk estafet karet. Setiap peserta harus mengambil karet yang bercampur tepung dengan sedotan, kemudian memasukkannya ke dalam tusuk sate yang sudah ditancapkan di tanah. Lagi-lagi keseruan tampak dari wajah seluruh peserta.

Setelah bermain dalam 4 games, peserta dipersilahkan untuk menunaikan sholat dhuhur. Setelah sholat, peserta kembali ke lapangan untuk makan bersama, dalam suatu wadah. Satu wadah cukup untuk makan enam peserta, meskipun dengan lauk sederhana tapi kebersamaan tampak dari mereka.

Setelah puas dengan sajian makan siang bersama, peserta berjalan ke arah sungai. Melintasi perkebunan salak dan sawah, peserta diajak untuk jelajah alam. Meskipun harus melewati jalanan terjal, peserta dengan senang hati menikmati alam yang indah ini.

Sungai sepanjang kurang lebih 50 meter dilalui. Setelah berjalan cukup jauh, peserta menikmati aliran sungai dengan bermain-main air bersama. Setelah cukup menikmati keasyikan sungai, peserta kembali lagi ke lapangan.

Pada sesi terakhir, panitia meminta setiap peserta untuk mengeluarkan kado. Pada hari sebelumnya peserta telah diminta untuk membawa kado sederhana dengan nilai minimal Rp 5.000, 00. Setelah itu, peserta menukar kado dengan kado milik peserta lain dengan cara memutar kado sambil bersholawat.

Kemudian acara dilanjutkan dengan game tanya jawab. Bagi peserta yang membawa benda yang ditentukan oleh panitia sebagai tanda, yaitu berupa celengan ikan, ketika lagu distop, harus maju ke depan. Panitia memberi beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta. Apabila tidak bisa, peserta akan mendapatkan hukuman.

Acara terakhir sebelum penutup, adalah colour run. Dengan kondisi pakaian yang basah kuyup pasca bermain-main di sungai, peserta berlari saling serang satu lainnya menggunakan pewarna yang disediakan panitia. Keceriaan terpancar dari wajah peserta meskipun mengalami kelelahan setelah menjelajah sungai.

Acara ini berakhir sekitar pukul 14.30. kemudian peserta berfoto bersama dan pulang kembali ke pesantren.

Malpha Della, selaku lurah pondok, mengungkapkan rasa terima kasih kepada pengurus yang mengikuti acara ini. Dalam pesan singkat di whatsapp, ia mengatakan bahwa kegiatan ini semoga dapat menambah erat rangkulan persaudaraan dan mampu menjadikan pengurus amanah dan ikhlas dalam berkhidmah. “Kalian luar biasa!”, begitu akhir kata dalam pesan tersebut.

Badiatus, salah satu pengurus Masaga menuliskan, “kegiatan ini harus dipertahankan, asyik dan gratis pula,” ujar santri asal Kediri ini dalam status whatsappnya, Minggu, 2 Desember 2018.

1 Comment

Leave a Comment