Akhir-akhir ini sering kali kita dikejutkan mengenai berita pengeboman, teroris, hingga kasus-kasus yang tergolong penistaan agama. Untuk menyikapi hal tersebut, Gus Irwan dalam pengajian Maulid Nabi Muhammad Saw. di PP Al Munawwir Komplek Q menjelaskan mengenai hal-hal tersebut. Seperti pertanyaan benarkah nabi membenci non islam, memaksa mereka untuk masuk islam,

Selasa, 20 November 2018, PP Al Munawwir Komplek Q mengadakan pembacaan sholawat diba’iyah sebagai bentuk peringatan Maulud Nabi Muhammad Saw. Peringatan maulud diawali dengan mujahadah sholawat nariyah dan surat Al-Kautsar sejak hari Minggu, 18 November hingga Selasa, 20 November 2018. Mujahadah dilaksanakan setelah sholat isya’ berjama’ah di mushollah barat. Kegiatan

Bulan sabit memancarkan sinarnya malu-malu. Hilal sudah terlihat meskipun tertutup mendung tipis-tipis, menandakan bergantinya bulan menurut perhitungan Qomariyah. Seluruh umat muslim berbahagia. Bagaimana tidak, pada hari ini, tepatnya mulai tadi malam kita telah memasuki bulan Rabi’ul Awwal. Meskipun bukan termasuk dalam kategori bulan-bulan yang dimuliakan dalam syari’at seperti bulan Muharram,

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H (9/11) di Musala Barat PP Al-Munawwir Komplek Q bersama K.H. Henry Sutopo yang mana merupakan penulis buku Catatan Santri. Menurut beliau, momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dirayakan dengan penguatan ukhuwah islam rahmatallil’alamin. Ada 3 poin yang dapat disimpulkan dari mauidloh hasanah peringatan

Pada Ahad (17/11) PP Al Munawwir Krapyak menyelenggarakan Maulid Simtudduror dalam rangka memeringati Maulid Nabi dan Harlah ke-108. Acara berlangsung di halaman PP Al Munawwir Krapyak. Acara ini merupakan rangkaian Harlah PP Al Munawwir yang berlangsung sejak Sabtu (16/11). Agenda harlah telah dilaksanakan mulai dari pasar murah, bazar, simaan Alquran,