Dalam literatur kitab klasik, hampir tidak ada istilah “fiqih nisa’” secara khusus. Fiqih nisa’ masuk dalam pembahasan-pembahasan empat klasifikasi fiqih secara garis besar: fiqih ibadah, fiqih muamalah, fiqih munakahah, dan fiqih jinayah-siyasah. Bahkan dalam al-Qowaid al-Fiqhiyah tidak ada kajian khusus tentang perempuan, ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan secara konsep

  Pembahasan selanjutnya yang menjadi pembahasan dalam fiqih nisa’ adalah tentang hak ijbar, hak ijbar adalah hak memaksakan nikah seorang perempuan oleh ayah atau kakeknya. Namun hak ini tidak bisa secara bulat-bulat dalam artian pemaksaan yang mutlak. Hak ijbar ini berdasarkan beberapa syarat, seperti yang terdapat dalam kitab Al-Muhadzab saat

Fiqih nisa’ selanjutnya adalah tentang pembangkangan istri, yaitu nusyuz. Dalam QS. An-Nisa ayat 34 menjelaskan bahwa seorang istri yang nusyuz, maka suaminya boleh menasihati, kemudian jika nasihat belum cukup maka pisah tempat tidur, jika itu belum cukup pula, maka boleh memukul istri. وَاضْرِبُوهُنَّ dalam Tafsir At-Thabari dan Al-Qurtubi menjelaskan dengan

Berakhir sudah pelaksanaan Orientasi Studi dan Pengenalan Pondok (OSPEP) 2018. Di hari terakhir panitia sengaja menyiapkan kegiatan-kegiatan yang bersifat having fun, kecuali pagi hari diisi materi tentang fiqih nisa oleh Ustadzah Aminah. Sebenarnya materi fiqih nisa dijadwalkan pada hari Sabtu jam 19.00, namun karena ada suatu halangan, materi diundur menjadi

Workshop Literasi Finansial oleh Eni Kartika Sari, M.Sc. dalam rangkaian kegiatan Orientasi dan Studi Pengenalan Pondok (OSPEP) 2019 pada Sabtu (23/11). Beliau menjelaskan bahwa perencanaan keuangan merupakan seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga untuk mencapai tujuan yang efektif, efisien, dan bermanfaat. Manfaat dari perencanaan finansial adalah sebagai

Orientasi Studi dan Pengenalan Pondok (OSPEP) 2018 dilaksanakan selama 3 hari, dari Jum’at, 2 November – Minggu 4 November 2018. Pembukaan OSPEP dilaksanakan pada Jum’at Sore (2/11) di mushollah barat (musbar). OSPEP tahun ini diikuti sekitar 100 peserta, baik santri baru maupun santri lama yang belum mengikuti OSPEP di tahun

Jumat (22/11) Orientasi Studi dan Pengenalan Pondok (OSPEP) PP Al Munawwir Komplek Q resmi dibuka. OSPEP 2019 ini mengusung tema “Nyawijining Santri Nguri-uri Tradisi Literasi” yang artinya bersatunya santri menghidupkan literasi. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengenal PP Al Munawwir secara umum dan Komplek Q secara khusus. Pembukaan OSPEP dimulai