Pelaksanaan Orientasi Studi dan Perkenalan Pondok (OSPEP) memasuki hari kedua. Pada Sabtu, 3 November 2018 ini, kegiatan diawali dengan maqbaroh ke makam para pendiri pesantren di Makam Dongkelan dan Sorowajan. Acara ini dimulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB. Adanya kegiatan maqbaroh ini menjadi salah satu wadah untuk mengenang dan meneladani para ulama dan kiai yang

Berakhir sudah pelaksanaan Orientasi Studi dan Pengenalan Pondok (OSPEP) 2018. Di hari terakhir panitia sengaja menyiapkan kegiatan-kegiatan yang bersifat having fun, kecuali pagi hari diisi materi tentang fiqih nisa oleh Ustadzah Aminah. Sebenarnya materi fiqih nisa dijadwalkan pada hari Sabtu jam 19.00, namun karena ada suatu halangan, materi diundur menjadi Minggu, 4 November 2018 pukul 05.30. Pelaksanaannya

Workshop Literasi Finansial oleh Eni Kartika Sari, M.Sc. dalam rangkaian kegiatan Orientasi dan Studi Pengenalan Pondok (OSPEP) 2019 pada Sabtu (23/11). Beliau menjelaskan bahwa perencanaan keuangan merupakan seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga untuk mencapai tujuan yang efektif, efisien, dan bermanfaat. Manfaat dari perencanaan finansial adalah sebagai berikut; mencapai kemapanan finansial untuk masa depan

Orientasi Studi dan Pengenalan Pondok (OSPEP) 2018 dilaksanakan selama 3 hari, dari Jum’at, 2 November – Minggu 4 November 2018. Pembukaan OSPEP dilaksanakan pada Jum’at Sore (2/11) di mushollah barat (musbar). OSPEP tahun ini diikuti sekitar 100 peserta, baik santri baru maupun santri lama yang belum mengikuti OSPEP di tahun sebelumnya. Naharin Nur Fadhila selaku ketua panitia

Jumat (22/11) Orientasi Studi dan Pengenalan Pondok (OSPEP) PP Al Munawwir Komplek Q resmi dibuka. OSPEP 2019 ini mengusung tema “Nyawijining Santri Nguri-uri Tradisi Literasi” yang artinya bersatunya santri menghidupkan literasi. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengenal PP Al Munawwir secara umum dan Komplek Q secara khusus. Pembukaan OSPEP dimulai dengan pembacaan tilawah Alquran dan dilanjutkan sambutan

Setelah resmi dibuka oleh Gus Kholid Arif Rozak pada sore hari, OSPEP dilanjutkan dengan penyampaian materi kepada peserta di musholla barat. Sekitar pukul 19.30 WIB, Ustadz Suhadi Chozin menyampaikan materi tentang sejarah Pondok Pesantren Al Munawwir hingga sejarah K.H. A. Warson Munawwir. Ustadz Suhadi adalah salah satu santri yang dikenal dekat dengan Bapak (Kiai Warson). Dalam kesempatan

Siapa tak mengenal kamus bahasa Arab Al Munawwir? Salah satu maha karya ulama nusantara. Karya ini telah dinikmati oleh berbagai santri, kyai, hingga akademisi, baik lokal maupun internasional. Bahkan, kamus ini telah menjadi koleksi sebuah perpustakaan di Vatikan. Siapa dibalik maha karya ini? Ya dialah K.H. Ahmad Warson Munawwir. Putra maha guru Al-Qur’an, Kiai Munawwir dari tanah