Sadar gak, sih, kalau kita seringkali suka lupa tiba-tiba. Misalnya, ketika kita sudah  mempersiapkan untuk mengucapkan sesuatu, rasanya tiba-tiba jadi susah untuk mengucapkan apa yang tadi sudah ada di pikiran. Atau, ketika kita hendak mengambil makanan di kulkas, kita sudah menuju dapur dan berdiri di depan kulkas lalu membuka pintunya. Ketika pintu sudah terbuka, kita justru lupa dan bingung mau melakukan apa. Akhirnya, kita mengambil sesuatu yang lain atau bahkan menutup kulkas begitu saja lalu kembali dengan tangan hampa. Saat sudah sampai di kamar, kita baru mengingat kalau kita mau mengambil makanan di kulkas dan akhirnya harus balik lagi menuju kulkas di dapur. 

Contoh lain, ketika akan pergi kita lupa membawa kunci motor dan segera berlari ke kamar untuk mengambil kunci motor tersebut, ketika sampai di kamar, kita justru bingung dan mengingat-ingat, “Tadi aku ke kamar mau ngapain ya?”. Hal kaya gini bisa terjadi berulang dan seringkali bikin kita kesal sendiri karena merasa capek harus bolak-balik. Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi? Apakah ini tanda-tanda bahwa kita sudah mulai pikun?

Eits, tenang. Ini bukan tanda-tanda pikun, kok. Kejadian seperti contoh di atas merupakan hal yang wajar. Dalam dunia psikologi, hal seperti ini disebut sebagai The Doorway Effect. Wah, apa tuh

Doorway effect adalah kondisi saat pikiran kita teralihkan meski hanya beberapa detik saja, dan hal itu yang membuat kita tiba-tiba lupa pada hal yang akan dilakukan. Disebut doorway karena peluang terjadinya efek ini semakin besar kalau kita jalan dari satu ruangan ke ruangan yang lain. Pendeknya, otak kita terbiasa menyusun perintah sampai ke detail-detailnya. Nah, ketika kita membuka pintu dan berpindah ke ruangan lain, maka otak kita akan dibanjiri dengan informasi baru yang menyebabkan otak kita bingung sampai akhirnya kita lupa apa yang akan kita lakukan atau ucapkan.

Baca juga

Berdasarkan jurnal “Quarterly Journal of Experimental Psychology” hasil penelitian dari Universitas Notre Dame, AS, pintu alias doorway digambarkan sebagai “batas acara” yang memisahkan antara aktivitas sebelum dan sesudahnya. Ketika melewati batas tersebut, memori ingatan akan dikotak-kotakkan. Memori kita sendiri terbagi ke dalam beberapa segmen. Ketika kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain, otak akan memberikan sinyal kepada memori bahwa kita memasuki tempat baru, sehingga ingatan kita seolah di-reset.

Ketika kita menyusun rencana X yang kita buat di lokasi dan situasi Y, maka itu akan tertinggal di lokasi Y. sehingga, ketika kita sampai di lokasi Z (tujuan utama), kita justru lupa dan tak mampu mengingatnya.

Namun, kita tak perlu khawatir apabila mengalami doorway effect ini. Ingatan seseorang itu bersifat episodik, sehingga peristiwa ini merupakan hal yang wajar terutama apabila pikiran kita sedang dipenuhi oleh berbagai hal. Efek ini bukan sebuah gangguan fungsi otak yang perlu dikhawatirkan. Untuk mengembalikan ingatan akibat efek ini juga cukup mudah, hanya diberi clue saja maka ingatan awal akan pulih kembali.

Oleh: Nur Kholifah

Pictured by detik.net.id

Sumber: 

Kanal YouTube Kok Bisa?

klikdokter.com

kompas.com

tirto.id

Leave a Comment