Kepala Tim Pembinaan Syariah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Fauzi menilai akan adanya potensi perbedaan dalam penetapan awal puasa Ramadhan 1447 H/2026 M.  Bukan sebagai suatu permasalahan, namun perbedaan tersebut menjadi bukti bahwasanya umat muslim saat ini mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap literasi beragama. Hal tersebut ditandai dengan

Tak terasa di tahun 1447 H ini kita telah melewati bulan Rajab (bulannya Allah), sampai saat ini kita berada di bulan sya’ban bulannya Rasulullah SAW. Apakah yang dimaksud dengan bulannya Rasulullah SAW itu? Mari kita simak penjelasan berikut. Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam karena peristiwa peristiwa

Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan yang memiliki banyak keutamaan. Bulan ini sering sekali disebut sebagai “Bulan Nabi” karena perhatian nabi yang cukup intens terhadap bulan tersebut. Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus berupa ibadah yang lebih sering pada bulan Sya’ban (Yasyfa, 2025).  Rasulullah SAW bersabda: ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ

Nahdlatul Ulama’ atau yang biasa dikenal dengan NU merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di dunia. Data Kemendagri pada 2019 menyebutkan bahwa keseluruhan anggota NU berjumlah 91,2 juta orang (CNBC Indonesia, 2024). Hal ini semakin memperkuat peran dan kontribusi NU terhadap pelayanan sosial bagi masyarakat. NU hadir sebagai penguat dan penjaga

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dipenuhi dengan sukacita dan penyambutan yang meriah oleh para santri Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q. Acara yang dilaksanakan pada hari Kamis malam Jum’at, 2 Sya’ban 1447/22 Januari 2026 ini dimulai dengan pembacaan maulid diba’iyah oleh grup hadroh Tsamrotul Muna, dilanjutkan mauidhoh hasanah sebagai acara

Yogyakarta—Kamis (15/01) Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q melangsungkan pelantikan dan serah terima jabatan pengurus periode 2026/2027 yang termasuk dari rangkaian acara Rapat Akhir Kepengurusan (RAK). Acara ini dihadiri oleh seluruh santri Komplek Q serta beberapa tamu undangan dari perwakilan setiap komplek. Acara yang dilangsungkan di Musala Barat Komplek Q ini

Sejak pagi, suasana khidmat telah menyelimuti Pondok Pesantren El-Muna Q, Bungsing, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Lantunan shalawat dari Hadrah Al-Wathoni pagi ini berhasil menyambut para tamu undangan dalam acara Haul Ke-13 KH. Ahmad Warson Munawwir dan Haflah Khotmil Quran Putri Perdana. Acara resmi dimulai pukul 07.30 WIB dengan panduan Bapak Ahmad

Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q kembali disibukkan dengan agenda tahunan yang penuh makna, yakni Haul KH. Ahmad Warson Munawwir, atau yang akrab disebut Haul Bapak. Tahun 2025 menjadi momentum Haul Bapak yang ke-13, dengan acara puncak yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Desember 2025. Suasana pesantren tampak semakin hidup. Hiruk

Yogyakarta – Keluarga besar Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q memperingati Haul ke-13 KH. Ahmad Warson Munawwir — atau yang kerap dipanggil Bapak Warson, pada Ahad (23/11) dengan majelis yang dilaksanakan secara turun-temurun: Sima’an Al-Qur’an yang mengalir khidmat sepanjang hari, melibatkan empat majelis berbeda yang merepresentasikan kesinambungan antar generasi. Haul Bapak