Kalian pasti tahukan kenapa bulan Ramadan sangat dinanti-nanti kehadirannya dan selalu istimewa? Karena bulan Ramadan termasuk salah satu di antara bulan-bulan mulianya Allah swt. Loh tapi kan, kita juga pasti menanti dan mengistimewakan bulan-bulan Hijriyah yang lainnya bukan? Iya memang, tetapi setiap bulan pasti ada keistimewaannya tersendiri, seperti bulan Ramadan

Pada penghujung bulan Sya’ban tahun 1447 H/2026 M ini, Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q kembali menjalankan Program Khusus Ramadhan (PKR) yang merupakan agenda tahunan dalam menyambut serta memaksimalkan amaliyah dan sistem pembelajaran para santri Komplek Q di bulan suci Ramadhan. Maqbaroh akbar dilaksanakan sebagai pembuka PKR sekaligus dalam rangka menyambut

  Kepala Tim Pembinaan Syariah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Fauzi menilai akan adanya potensi perbedaan dalam penetapan awal puasa Ramadhan 1447 H/2026 M.  Bukan sebagai suatu permasalahan, namun perbedaan tersebut menjadi bukti bahwasanya umat muslim saat ini mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap literasi beragama. Hal tersebut ditandai dengan

Tak terasa di tahun 1447 H ini kita telah melewati bulan Rajab (bulannya Allah), sampai saat ini kita berada di bulan sya’ban bulannya Rasulullah SAW. Apakah yang dimaksud dengan bulannya Rasulullah SAW itu? Mari kita simak penjelasan berikut. Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam karena peristiwa peristiwa

Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan yang memiliki banyak keutamaan. Bulan ini sering sekali disebut sebagai “Bulan Nabi” karena perhatian nabi yang cukup intens terhadap bulan tersebut. Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus berupa ibadah yang lebih sering pada bulan Sya’ban (Yasyfa, 2025).  Rasulullah SAW bersabda: ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ

Nahdlatul Ulama’ atau yang biasa dikenal dengan NU merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di dunia. Data Kemendagri pada 2019 menyebutkan bahwa keseluruhan anggota NU berjumlah 91,2 juta orang (CNBC Indonesia, 2024). Hal ini semakin memperkuat peran dan kontribusi NU terhadap pelayanan sosial bagi masyarakat. NU hadir sebagai penguat dan penjaga

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dipenuhi dengan sukacita dan penyambutan yang meriah oleh para santri Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q. Acara yang dilaksanakan pada hari Kamis malam Jum’at, 2 Sya’ban 1447/22 Januari 2026 ini dimulai dengan pembacaan maulid diba’iyah oleh grup hadroh Tsamrotul Muna, dilanjutkan mauidhoh hasanah sebagai acara

Yogyakarta—Kamis (15/01) Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q melangsungkan pelantikan dan serah terima jabatan pengurus periode 2026/2027 yang termasuk dari rangkaian acara Rapat Akhir Kepengurusan (RAK). Acara ini dihadiri oleh seluruh santri Komplek Q serta beberapa tamu undangan dari perwakilan setiap komplek. Acara yang dilangsungkan di Musala Barat Komplek Q ini

Sejak pagi, suasana khidmat telah menyelimuti Pondok Pesantren El-Muna Q, Bungsing, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Lantunan shalawat dari Hadrah Al-Wathoni pagi ini berhasil menyambut para tamu undangan dalam acara Haul Ke-13 KH. Ahmad Warson Munawwir dan Haflah Khotmil Quran Putri Perdana. Acara resmi dimulai pukul 07.30 WIB dengan panduan Bapak Ahmad